AS Tarik B-1B dari RAF Fairford Usai Ancaman Serangan Terkait Iran
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Belasan pesawat pengebom strategis B-1B Lancer milik Amerika Serikat meninggalkan pangkalan udara RAF Fairford di Inggris pada Minggu (4/10) dan terbang kembali ke tanah air. Penarikan ini mengakhiri peran vital Fairford sebagai titik peluncuran serangan AS terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, menyusul eskalasi ketegangan keamanan yang melibatkan dugaan rencana terorisme.
Kepindahan armada tersebut dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump pada Senin (5/10). "Kami memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih, menegaskan bahwa keputusan diambil karena adanya ancaman nyata yang berkaitan dengan Iran. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan rotasi pesawat pengebom adalah prosedur rutin dan ia tetap yakin akan keamanan pangkalan-pangkalan AS lainnya.
Keputusan darurat ini didorong oleh serangkaian insiden keamanan dalam dua minggu terakhir. Kepolisian Inggris menangkap enam orang yang dicurigai melakukan tindakan terorisme terkait rencana serangan terhadap RAF Fairford. Pada 27 September, lima pria ditangkap karena diduga merencanakan penanaman bahan peledak di dekat pangkalan; polisi menemukan bensin dalam van mereka namun tidak menyita alat peledak. Kelimanya dibebaskan dengan jaminan sementara penyelidikan berlanjut.
Tekanan diplomatik meningkat setelah Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyebut Iran diduga memiliki kaitan dengan rencana serangan tersebut, meskipun tanpa memberikan rincian lebih lanjut. Teheran segera membantah keras tuduhan itu dan memanggil duta besar Inggris untuk protes resmi. Insiden puncak terjadi ketika seorang warga negara Inggris-Iran berusia 25 tahun ditangkap di London pada Kamis sebelumnya, sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan pada 3 Oktober.
RAF Fairford, terletak sekitar 160 kilometer sebelah barat London, merupakan satu-satunya lapangan terbang Eropa milik Angkatan Udara AS yang mampu menampung pesawat pengebom berat. Armada pengebom AS sendiri terdiri dari tiga jenis utama yang beroperasi saat ini: B-52 Stratofortress, B-1B Lancer, dan B-2 Spirit. B-52H, yang dibangun sejak awal 1960-an, masih menjadi tulang punggung dengan bentang sayap 56 meter dan kapasitas muatan 31 ton. Adapun B-1B Lancer, yang mulai beroperasi pertengahan 1980-an, memegang rekor kecepatan Mach 1,2 dan kapasitas konvensional terbesar sebesar 34 ton, meski kini tidak lagi membawa senjata nuklir.
Analisis Redaksi
Penarikan mendadak B-1B dari Fairford menandai pergeseran taktis Washington dalam menghadapi risiko asimetris. Fakta bahwa ancaman datang bukan dari rudal balistik jarak jauh melainkan potensi sabotase lokal atau proxy menunjukkan kerentanan logistik AS di wilayah sekutu. Dengan hanya ada satu pangkalan Eropa yang bisa menangani bomber berat, hilangnya akses cepat ke Fairford secara signifikan memperpanjang waktu respons operasional jika konflik dengan Iran kembali memanas, memaksa AS bergantung pada misi jarak jauh dari benua Amerika yang memerlukan dukungan tanker masif.
Dugaan keterlibatan Iran yang disebut PM Burnham, meski belum terbukti secara publik, menciptakan dilema bagi London. Di satu sisi, Inggris harus menjaga aliansi dengan AS; di sisi lain, bukti fisik berupa bensin tanpa peledak membuat argumen hukum sulit diperkuat di pengadilan. Bagi Teheran, pemanggilan Dubes Inggris adalah sinyal diplomasi defensif untuk memutus rantai narasi provokasi. Langkah berikutnya kemungkinan besar melibatkan peningkatan intelijen bersama AS-Inggris di sekitar fasilitas militer sensitif, sekaligus mempercepat pengerahan B-21 Raider yang dijadwalkan masuk layanan 2027 guna mengurangi ketergantungan pada aset rentan seperti B-1B di garis depan.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Senator AS Chris Murphy Kena Stroke di Pertandingan Hoki, Dokter Optimistis

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan
