Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Rusia Siap Gelontorkan Rp17,9 T ke Iran: Angsuran Awal dari Pinjaman 20 Miliar Dolar

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Rusia Siap Gelontorkan Rp17,9 T ke Iran: Angsuran Awal dari Pinjaman 20 Miliar Dolar
BAGIKAN:

Rusia dilaporkan siap menggelontorkan pinjaman sebesar US$1 miliar atau setara Rp17,9 triliun ke Iran, sebuah langkah finansial yang dilakukan di tengah eskalasi ketegangan antara Teheran dan Amerika Serikat. Kantor berita semi pemerintah Iran, Fars, dikutip Anadolu Agency pada Selasa (6/10) mengonfirmasi bahwa proses pembayaran telah diselesaikan dan menunggu transfer segera setelah rincian rekening diberikan. Pinjaman ini merupakan angsuran pertama dari komitmen yang lebih besar, sebuah fakta yang sudah berbisik di belakang layar sejak dilaporkan pertama kali pada Juni tahun ini.

Dana segar ini belum memiliki tujuan yang pasti. Tiga kementerian Iran sedang memperebutkan kendali atas anggaran tersebut. Organisasi Perencanaan dan Anggaran mengincar impor kendaraan, sementara Kementerian Perminyakan menginginkan peralatan industri migas. Di sisi lain, Kementerian Pertanian menuntut alokasi untuk kebutuhan pokok. Ketidaksepakatan ini membuat Teheran belum merilis data rekening yang dibutuhkan Moskow untuk mengeksekusi transfer.

Hubungan Rusia dan Iran memang semakin erat, terutama sejak Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina. Teheran dilaporkan memasok senjata yang digunakan oleh pasukan Volodymyr Zelensky di medan tempur. Sebagai imbalan strategis, Rusia memberikan akses data intelijen dan citra satelit untuk membantu Iran menghadapi tekanan dari Amerika Serikat dan Israel. Kedekatan militer ini kini ditransformasi ke ranah ekonomi dan keuangan.

Kerja sama moneter kedua negara sedang diupayakan secara intensif. Iran dan Rusia tengah mendorong penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan bilateral untuk mengurangi ketergantungan pada dolar. Sejak Juni lalu, Iran bahkan mengumumkan rencana mendirikan bursa perdagangan rubel. Saat itu, anggota parlemen Iran menyatakan harapan Moskow untuk memberikan pinjaman sebesar 20 miliar dolar AS dengan suku bunga tahunan 6 persen. Transaksi US$1 miliar ini hanyalah langkah awal dari rencana besar tersebut.

Langkah Rusia ini bukan sekadar bantuan ekonomi, melainkan penguatan aliansi strategis yang menguji batas-batas sistem keuangan global. Dengan mengalihkan pinjaman dalam rubel atau mata uang lokal, kedua negara sedang membangun ekosistem finansial yang tahan terhadap sanksi Barat. Bagi pasar energi global, stabilitas hubungan ini bisa berdampak pada rantai pasok, sementara bagi geopolitik, ini menandai konsolidasi blok yang menantang dominasi AS.

Analisis Redaksi

Pinjaman US$1 miliar ini adalah sinyal kuat bahwa Rusia tidak akan membiarkan Iran bangkrut di tengah sanksi Amerika Serikat. Dengan mengalokasikan dana cadangan devisa untuk Teheran, Moskow sedang membeli loyalitas strategis dan memperdalam ketergantungan ekonomi Iran terhadap rubel. Ini adalah manuver cerdas Putin untuk memastikan Iran tetap di orbitnya, terlepas dari tekanan diplomatik Barat.

Apa yang perlu diwaspadai adalah efek domino dari integrasi finansial ini. Penggunaan mata uang non-dolar dalam perdagangan energi dan barang kebutuhan pokok bisa melemahkan hegemoni dolar AS di pasar global. Jika rencana 20 miliar dolar AS dengan bunga 6 persen terealisasi, ini akan menciptakan preseden baru di mana negara-negara non-Barat memiliki akses likuiditas alternatif. Langkah selanjutnya yang logis adalah percepatan implementasi bursa rubel di Iran, namun birokrasi internal Teheran tentang alokasi dana masih menjadi penentu kecepatan eksekusi proyek ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸