Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Prabowo Ultimatum Jajaran: Yang Tak Mau Ikut Jalan Benar Harus Minggir

PolitikBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Prabowo Ultimatum Jajaran: Yang Tak Mau Ikut Jalan Benar Harus Minggir
BAGIKAN:

Presiden Prabowo Subianto mengultimatum para jajarannya dalam pemerintahannya, menyatakan bahwa siapa pun yang enggan berada di jalan yang benar dipersilakan untuk keluar atau 'minggir'. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Kepala Negara sebagai peringatan kepada tim khusus yang bertugas menegakkan hukum, menegaskan komitmennya untuk tidak menoleransi kekeliruan dalam penegakan disiplin internal.

Baca juga: Baca JugaPresiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana untuk Koordinasi Kebijakan

Momen kritik keras ini terjadi di tengah acara penyerahan uang sebesar Rp13,2 triliun hasil penagihan denda administratif kehutanan di Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Selasa (6/10). Prabowo mengakui bahwa anggota

"Saya tahu bahwa ada saudara-saudara yang diancam, yang digertak, tidak hanya saudara, keluarga saudara juga diancam, saya paham dan saya menghargai saudara-saudara tidak mundur tidak gentar tidak menyerah," ujar Prabowo. Alih-alih membiarkan tekanan itu membuyarkan barisan, ia memilih jalur konfrontatif. "Siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir," tegasnya, seraya mendorong mereka yang lemah iman untuk bergabung dengan kelompok yang dianggapnya menjarah kekayaan bangsa.

Teguran tersebut bukan tanpa alasan sosiologis. Prabowo mengingatkan bahwa di luar gerbong kekuasaannya, masih banyak masyarakat yang belum memiliki rumah dan berjuang hanya untuk mencari makan sehari-hari. Oleh karena itu, ia menyatakan rasa terima kasih kepada jajarannya yang masih bersedia berjuang bersama rakyat. Keteguhan ini menjadi landasan moral bagi seluruh tim yang bekerja di bawah koordinasi kepresidenan.

Dalam penutup pidatonya, Prabowo meyakinkan timnya bahwa kebenaran akan menang meski lawan memiliki sumber daya finansial yang besar. "Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka bayar algoritma, mereka serang kita di sosmed, mereka mau membiayai demonstrasi, kita tidak gentar," katanya. Ia menutup dengan deklarasi kesiapan total, "Kita bersama rakyat, kita siap mati untuk rakyat," sebuah pernyataan yang mempertaruhkan nyawa dan integritas di atas tekanan finansial dan politik.

Analisis Redaksi

Pernyataan ini menandai pergeseran gaya kepemimpinan dari diplomasi halus menuju ketegasan absolut. Dengan mengaitkan ancaman fisik terhadap petugas dengan motif "menjarah kekayaan negara", Prabowo secara implisit membingkai konflik ini bukan sekadar masalah birokrasi, melainkan perang moral melawan kartel lama. Teks yang menyebut "buzzer" dan "algoritma" menunjukkan bahwa pemerintah sadar betul adanya kampanye hitam terstruktur yang didukung modal besar, dan mereka memilih strategi kontra-narasi yang langsung menyentuh emosi loyalitas rakyat.

Secara taktis, ultimatum "minggir" adalah mekanisme pemurnian barisan (purge) yang cerdas. Dengan mengisolasi anggota yang takut atau ragu, Prabowo mempersempit lingkaran kepercayaan inti, memastikan bahwa hanya mereka yang siap berkorban yang tetap bertahan. Ini memotong jalur kompromi dan mengurangi potensi kebocoran informasi dari dalam struktur satgas.

Yang perlu diwaspadai ke depan adalah eskalasi retorika. Ketika kepala negara menyatakan kesiapan "mati untuk rakyat" sambil menyebutkan ancaman dari pihak yang membiayai demonstrasi, ruang untuk dialog politik konvensional semakin sempit. Publik harus mengawasi apakah ultimatum ini akan dieksekusi secara yuridis melalui mutasi pejabat yang dianggap "tidak mau ikut jalan benar", ataukah tetap menjadi alat intimidasi psikologis terhadap oposisi internal. Keberhasilan Rp13,2 triliun yang berhasil ditagih menjadi bukti teknis, tetapi keberhasilan politik jangka panjang bergantung pada seberapa konsisten Prabowo menjalankan ultimatum tersebut di lapangan tanpa terjebak dalam spiral konfrontasi tak berkesudahan.

BERITA TERKAIT (Politik)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ