IHSG Melejit 1,21 Persen ke 6.192, Sektor Teknologi Pimpin Menguat
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak signifikan di level 6.192 pada perdagangan Selasa (6/10) sore. Kenaikan ini setara dengan 74,06 poin atau 1,21 persen dibandingkan sesi sebelumnya. Angka ini mencerminkan optimisme yang tinggi di pasar modal dalam negeri di tengah volatilitas global.
Perdagangan berjalan deras. Investor melakukan transaksi senilai Rp12,34 triliun dengan jumlah saham yang berpindah tangan mencapai 48,22 miliar lembar. Angka ini menunjukkan likuiditas yang tetap terjaga kuat meskipun indeks bergerak tajam.
Secara komposisi, pasar didominasi oleh sentimen positif. Sebanyak 489 saham menguat, sementara 183 saham terkoreksi dan 120 saham bergerak datar (stagnan). Pergerakan hampir seluruh emiten ke atas ini memberikan fondasi yang kokoh bagi kenaikan indeks komposit.
Terpantau bahwa seluruh sektor penyusun indeks mencatatkan pertumbuhan positif. Sektor teknologi menjadi bintang utama dengan kenaikan 3,36 persen. Sektor ini kembali membuktikan perannya sebagai pendorong utama reli pasar saat para investor agresif membeli saham-saham berbasis teknologi.
Apresiasi bursa dalam negeri selaras dengan tren global. Di kawasan Asia, bursa-bursa besar bergerak di zona hijau. Indeks Hang Seng Composite di Hong Kong menguat 1 persen, Nikkei 225 di Jepang naik 1,05 persen, Shanghai Composite di China bertambah 0,31 persen, dan Straits Times Index di Singapura melonjak 0,42 persen. Sentimen yang sama juga terlihat di Eropa dan Amerika, di mana mayoritas indeks bergerak positif.
Di benua biru, indeks DAX di Jerman dan FTSE 100 di Inggris sama-sama menguat 0,95 persen. Sementara itu, di Wall Street, indeks Dow Jones naik tipis 0,18 persen, S&P 500 bertambah 0,66 persen, dan NASDAQ Composite melonjak 1,05 persen. Konsistensi ini menunjukkan bahwa momentum pemulihan pasar global masih berlanjut secara global.
Analisis Redaksi
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Pasokan Alumina dan Aluminium RI Diproyeksi Melimpah, Ini Pendorongnya
