⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tanaman dari Galian Lurus Jakarta Tembus Kolombia; 85% Titik Seberang Bumi adalah Lautan

TeknologiFitriani NingsihFitriani NingsihSumber: CNN Teknologi
Fitriani Ningsih
Fitriani Ningsih
Jurnalis Siber

Fokus pada isu keamanan siber, kecerdasan buatan, dan tren teknologi masa depan.

Tanaman dari Galian Lurus Jakarta Tembus Kolombia; 85% Titik Seberang Bumi adalah Lautan
BAGIKAN:

Galian imajiner lurus dari Jakarta tidak akan membelah tanah Amerika Selatan, melainkan berakhir di Kolombia. Data dari situs ThroughEarth.com menunjukkan bahwa titik antipoda (seberang) Jakarta terletak di daratan Kolombia. Sebaliknya, galian lurus dari Papua justru menembus Samudra Atlantik, tepatnya sekitar 718 kilometer dari Brasil. Fenomena ini membuktikan bahwa anggapan umum mengenai garis lintasan galian antarkontinen kerap keliru.

Mekanisme di balik kalkulasi tersebut didasarkan pada prinsip matematika sederhana. Untuk menentukan titik seberang, garis lintang (latitude) dibalik tandanya menjadi minus, sementara garis bujur (longitude) digeser sejauh 180 derajat. Dengan rumus ini, pengguna dapat memvisualisasikan perjalanan menembus kerak, mantel, hingga inti Bumi. Animasi di situs tersebut menggambarkan jalur galian yang melewati lapisan-lapisan internal planet sebelum keluar di sisi seberangnya, yang jaraknya sekitar 12.742 kilometer.

Fakta geologis yang tersurat dari simulasi ini adalah dominasi air di permukaan Bumi. Hanya sekitar 15 persen daratan di dunia yang titik seberangnya juga merupakan daratan. Akibatnya, dari mana pun kita memulai galian lurus ke bawah, peluang besar titik keluarnya adalah lautan. Hal ini dibuktikan dengan data Los Angeles yang menembus Samudra Hindia bagian tengah, sekitar 1.530 kilometer dari daratan terdekat, serta London yang berakhir di Samudra Pasifik Selatan, sekitar 740 kilometer dari Selandia Baru.

Kemunculan data ini berangkat dari rasa penasaran sederhana. Martin Krpelan, pembangun situs tersebut, terinspirasi dari obrolan bersama anak-anaknya di taman bermain. Mereka bertanya-tanya akan keluar di mana jika sebuah lubang digali lurus ke bawah tanah. Krpelan kemudian mengonkretkan jawaban ini menggunakan data dari Natural Earth dan gambar Blue Marble dari NASA. Situs ini bukan hanya alat hitung, tetapi juga edukasi tentang geologi dan suhu ekstrem yang akan dialami pada kedalaman tertentu.

Secara fisika, menembus Bumi melalui galian fisik masih mustahil. Lubang terdalam yang pernah berhasil digali manusia adalah Kola Superdeep Borehole di Rusia, dengan kedalaman hanya 12.263 meter. Angka tersebut baru mencakup sekitar 0,2 persen dari jarak menuju inti Bumi. Suhu dan tekanan ekstrem pada mantel Bumi akan melelehkan semua alat galian yang ada saat ini, menjadikan galian antipoda murni sebagai konsep teoritis dan simulasi digital.

Analisis Redaksi

Narasi populer mengenai galian antipoda sering kali terjebak dalam stereotip budaya, seperti asumsi bahwa melubangi tanah di Amerika Utara akan menembus Tiongkok. Data dari ThroughEarth mengoreksi miskonsepsi tersebut dengan presisi. Ketidakselarasan antara persepsi peta datar dan bentuk bola dunia yang bulat menyebabkan titik antipoda sering kali jatuh di tengah samudra. Fakta bahwa 85 persen titik antipoda di daratan adalah lautan menjadi pengingat bahwa Bumi didominasi air, bukan daratan, pada posisi-posisi ekstrem lintasan melintasi pusat planet.

Dari sisi teknologi, inisiatif Krpelan menunjukkan bagaimana visualisasi data dapat mengubah rumus matematika abstrak menjadi pengalaman edukatif yang menarik. Penggunaan aset publik dari NASA dan Natural Earth memungkinkan penyebaran ilmu geologi kepada khalayak luas tanpa batas. Namun, publik perlu memahami bahwa ini adalah simulasi berbasis geometri, bukan proyek rekayasa. Batas fisik seperti Kola Superdeep Borehole menegaskan bahwa eksplorasi dalam Bumi masih sangat terbatas karena kendala material dan energi yang belum bisa ditaklukkan oleh teknologi saat ini.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸