⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Rutan Depok Telusuri Dugaan Pesta Sabu dan Dugem, 22 Napi dan 2 Petugas Diperiksa

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Rutan Depok Telusuri Dugaan Pesta Sabu dan Dugem, 22 Napi dan 2 Petugas Diperiksa
BAGIKAN:

Dugaan pesta sabu yang disertai alunan musik dan gerak tarian di dalam sel tahanan kini menjadi sorotan serius di Rutan Depok. Peristiwa terekam dalam video viral tersebut memperlihatkan sejumlah tahanan yang diduga mengonsumsi narkotika sambil menari. Pihak rutan langsung bergerak cepat dengan memeriksa 22 warga binaan dan dua petugas keamanan terkait insiden itu.

Jejak digital di media sosial memperlihatkan adegan yang kontras dengan ketatnya protokol rutan. Dalam rekaman tersebut, terlihat botol yang diduga kuat menjadi alat pengisap sabu atau bong dipegang oleh salah satu pelaku. Dentuman musik yang kencang menjadi latar suasana, sementara para pria di ruangan itu tampak bebas berjoget. Narasi video secara eksplisit mengklaim lokasi kejadian berada di lingkungan Lapas Depok, memicu kemarahan publik terhadap kelancaran sistem keamanan di balik tembok besi itu.

Karutan Depok, Ario Galih Maduseno, mengonfirmasi bahwa penyelidikan kini sedang berlangsung secara intensif. "Kalau kita pemeriksaan di kamar itu ada kurang lebih 22 warga binaan dan yang kami dalami lagi ada sekitar 3 sampai 4 orang," ujar Ario mengutip detikcom pada Minggu, 4 Oktober. Angka ini menunjukkan skala gangguan yang tidak bisa dianggap sepele, apalagi jika melibatkan personel internal yang seharusnya menjaga ketertiban.

Tidak hanya penghuni, integritas aparatur sipil negara di lingkungan rutan juga tengah diuji. Ario membenarkan adanya dua petugas yang kini menjalani pemeriksaan lanjutan. Mereka berasal dari jajaran satuan pengamanan dan staf bimbingan kerja. "Jelas petugas kami, pegawai Rutan Depok. Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja," tambahnya, mengindikasikan potensi adanya kelalaian atau bahkan kolusi dalam pengawasan rutin.

Langkah hukum dan administratif pun telah ditempuh untuk memastikan transparansi proses. Rutan Depok telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk dugaan keterlibatan petugas dalam memfasilitasi pelanggaran. Selain itu, laporan juga dikirimkan ke Kantor Wilayah dan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendapatkan arahan penanganan. "Kami juga berjanji untuk transparan dan responsif, siapa pun yang terbukti terlibat melanggar akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," tegas Ario menutup pernyataannya.

Analisis Redaksi

Keberhasilan sistem pemasyarakatan diukur bukan hanya dari penahanan, tetapi dari kemampuan mencegah hilangnya kendali di dalamnya. Fakta bahwa video ini viral menunjukkan adanya kegagalan total dalam pengawasan internal, atau adanya lobisme yang sistemik di mana petugas keamanan justru memfasilitasi kemewahan haram penghuni. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran disiplin, melainkan indikasi adanya "gerbang belakang" yang longgar terhadap penyalahgunaan wewenang.

Publik harus mewaspadai efek domino dari temuan ini. Jika benar dua petugas terlibat dalam memfasilitasi peredaran dan penggunaan narkotika, maka keamanan nasional sektor pemasyarakatan sedang berada di titik rentan. Lembaga negara yang seharusnya menjadi tempat rehabilitasi dan hukuman, berubah menjadi arena pesta. Ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk reformasi rekrutmen dan pengawasan ketat terhadap ASN di lingkungan rutan.

Kemungkinan langkah selanjutnya bukan hanya sanksi tegas kepada pelaku, tetapi juga audit menyeluruh terhadap seluruh protokol keamanan Rutan Depok dan unit terkait di wilayah Jabodetabek. Tanpa adanya pembenahan struktural, insiden serupa hanya akan menjadi puncak gunung es dari praktik koruptif yang lebih luas di dalam lembaga pemasyarakatan Indonesia.

Meow! Tanya Nesi!
😸