Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Musk Ganti Nama SpaceXAI Jadi SI, Ikuti Perintah Eksekutif Trump Ganti Istilah AI

TeknologiReza AdityaReza AdityaSumber: CNN Teknologi
Reza Aditya
Reza Aditya
Pakar Teknologi

Reviewer gadget independen dengan perspektif teknis yang mendalam.

Musk Ganti Nama SpaceXAI Jadi SI, Ikuti Perintah Eksekutif Trump Ganti Istilah AI
BAGIKAN:

Elon Musk resmi mengumumkan akan mengganti nama unit kecerdasan buatan perusahaannya, SpaceXAI, menjadi SpaceXSI. Perubahan ini dilakukan untuk mengikuti dorongan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengganti istilah artificial intelligence menjadi super intelligence atau kecerdasan super dalam dokumen resmi negara.

Pengumuman tersebut disampaikan Musk melalui platform X pada Minggu (4/10). Ia merespons pertanyaan warganet mengenai kemungkinan perubahan nama tersebut dengan singkat namun tegas: "Ya, kami akan melakukan perubahan itu." Namun, bos SpaceX itu belum memberikan detail teknis mengenai kapan transisi nama ini akan efektif berlaku atau dampak operasionalnya bagi perusahaan.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Senin (5/10), akun resmi SpaceXAI di X masih menggunakan nama lama. Belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan terkait proses pergantian nama ini. Sebelumnya, Musk juga sempat mengunggah kalimat provokatif yang menyatakan, "Tidak ada lagi AI. SI, ini lebih baik," yang memperkuat sinyal pergeseran terminologi tersebut.

Konteks pergantian istilah ini berakar dari pidato Trump di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada September lalu, di mana ia menyerukan seluruh dokumen AS untuk menggunakan istilah "super" yang dinilai lebih akurat. Dorongan tersebut kemudian menjadi nyata melalui perintah eksekutif yang ditandatangani pada Selasa (29/9). Aturan ini mewajibkan seluruh kementerian dan lembaga federal AS untuk berhenti menggunakan singkatan "AI" dan beralih ke "SI" dalam korespondensi resmi dan komunikasi publik.

Perintah eksekutif tersebut juga memerintahkan Asisten Presiden untuk Sains dan Teknologi untuk menyusun definisi federal baru mengenai kecerdasan super yang harus mencermankan kemajuan teknologi yang berkelanjutan. Washington berdalih bahwa perubahan terminologi ini dilakukan untuk menggambarkan peluang besar dalam perkembangan teknologi baru dan menegaskan posisi Amerika Serikat sebagai pemimpin dunia dalam pengembangan kecerdasan buatan selama lebih dari 70 tahun.

Analisis Redaksi

Pergeseran dari istilah kecerdasan buatan menjadi kecerdasan super bukan sekadar permainan kata, melainkan strategi naratif untuk mendefinisikan ulang ambisi teknologi global. Dengan menggunakan istilah "super", pemerintah AS secara implisit menempatkan teknologi ini melampaui kemampuan manusia, yang bisa memicu ekspektasi publik dan investor yang tidak realistis terhadap kemampuan sistem saat ini. Perintah eksekutif yang meluas ke seluruh lembaga federal menunjukkan upaya penetrasi terminologi ke dalam hukum dan kebijakan, yang bisa membingungkan arsitek dan pengembang yang tetap mengacu pada standar teknis "AI" secara internasional.

Bagi sektor swasta, respons cepat Musk menunjukkan betapa terintegrasinya narasi politik dengan strategi branding perusahaan teknologi besar. Namun, tanpa definisi federal yang jelas dan transparan, penggunaan istilah "SI" ini berpotensi menimbulkan kerancuan regulasi. Langkah selanjutnya yang perlu diwaspadai adalah potensi fragmentasi istilah antara pemerintah yang menggunakan "SI" dan komunitas teknis global yang masih menggunakan "AI", yang bisa menghambat kolaborasi riset lintas negara di bidang ini.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸