Mandor Alat Berat di OKI Sumsel Meninggal saat Padamkan Kebakaran Kebun, Diduga Asfiksia Asap
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Satu korban jiwa dilaporkan dalam insiden kebakaran lahan pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Fikri, 51 tahun, warga Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah berusaha memadamkan api yang melahap kebun karetnya sendiri. Menurut Sekretaris BPBD OKI, Nova Triyussanto, peristiwa maut itu terjadi pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 14.00 WIB. Penyebab utama meninggalnya korban diduga kuat akibat menghirup asap tebal yang menyebabkan korban pingsan sebelum ditemukan tak bernyawa.
Proses pemadaman api oleh pemilik kebun ini bukan tanpa risiko bagi si korban. Nova Triyussanto membenarkan bahwa Fikri sedang berupaya memadamkan kebakaran saat tragedi itu terjadi. "Korban meninggal dunia dalam upaya memadamkan api, diperkirakan korban meninggal dikarenakan menghirup asap tebal dan pingsan di tempat kejadian," ujar Nova dalam keterangan resmi yang dikutip detikcom pada Senin (5/10). Keberadaan asap dari kebakaran lahan memang menjadi ancaman serius yang sering kali tidak disadari oleh warga yang turun langsung meladeni api tanpa alat pelindung diri yang memadai.
Kondisi kesehatan dasar Fikri rupanya memperburuk risiko keselamatan yang dihadapinya. Pihak keluarga, khususnya istri korban, mengonfirmasi bahwa Fikri memiliki riwayat penyakit pernapasan, atau asma. Fakta medis ini menambah lapisan kerentanan bagi korban yang terpapar asap kebakaran. Nova menambahkan, "Menurut keterangan dari istri korban, bahwa korban mengidap riwayat penyakit jantung dan asma." Kombinasi penyakit jantung dan asma membuat tubuh kurang mampu beradaptasi terhadap stres fisik dan paparan polutan udara dalam waktu singkat, terutama dalam situasi darurat seperti kebakaran kebun.
Dalam beberapa hari sebelum insiden, Fikri justru mengambil cuti kerja untuk kembali ke kebunnya. Ia diketahui bekerja sebagai mandor alat berat di sebuah perusahaan. Keputusan untuk mengambil cuti ini diambil karena Fikri ingin mengawasi dan menjaga kebunnya yang dikabarkan dilalap api. Ia meninggalkan rutinitas pekerjaannya demi memastikan aset produktifnya tidak rusak total. Namun, niat baik menjaga kebun ini berujung pada konsekuensi fatal yang tidak ia duga, mengorbankan nyawanya dalam pertarungan melawan api.
Proses penanganan jenazah telah selesai dilakukan oleh pihak keluarga. Nova Triyussanto menyampaikan bahwa jenazah Fikri sudah dimakamkan pada Minggu (4/10), sehari setelah insiden terjadi. Keluarga memilih untuk segera menguburkan korban di pemakaman desa. Insiden ini mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa warga yang tidak memiliki perlindungan peralatan keselamatan yang memadai.
Analisis Redaksi
Insiden ini menyoroti celah besar dalam manajemen risiko kebakaran lahan di tingkat tapak, yang kerap didominasi oleh inisiatif swadaya masyarakat dengan minimnya protokol keselamatan. Fakta bahwa seorang mandor alat berat, yang seharusnya terbiasa dengan risiko industrial, justru mengambil risiko tertinggi saat kebakaran kebun, mengindikasikan adanya tanggung jawab personal terhadap aset yang melampaui kesadaran akan bahaya asap. Penyakit asma dan jantung yang diderita korban menjadi variabel kritis yang seharusnya memicu kehati-hatian ekstra, namun dalam kondisi darurat kebakaran, faktor keselamatan personal sering kali terpinggirkan oleh urgensi menyelamatkan properti.
BPBD dan pemerintah daerah perlu mengevaluasi ulang kampanye kesadaran publik terkait paparan asap kebakaran lahan. Edukasi tentang bahaya asap pada kelompok berisiko medis harus diprioritaskan. Langkah logis selanjutnya adalah mengintegrasikan data kesehatan risiko ke dalam panduan keselamatan kebakaran lahan, serta memastikan ketersediaan alat pelindung diri untuk warga desa yang terdampak, bukan hanya mengandalkan upaya manual tanpa perlindungan.
BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Wagub Bali Pantau Langsung Pencarian 2 Wisatawan Hilang di Glamping Pelaga Pascan Longsor

TNI AL Uji Kelayakan Operasi Helikopter di KRI Siriwjaya-100, Simulasikan Penanggulangan Bencana

Kadin Proyeksi Peluang Ekspansi Pajak Digital Nasional Mulai 9 November 2026
