Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Berpeluang Koreksi Teknis ke 5.911 di Awal Pekan Meski Menguat di 6.036

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

IHSG Berpeluang Koreksi Teknis ke 5.911 di Awal Pekan Meski Menguat di 6.036
BAGIKAN:

Jakarta, (Siti Amalia) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Senin (5/10), membuka koreksi teknis setelah sempat menutup sepekan di atas level psikologis 6.000. Pergerakan indeks hari ini akan menjadi ujian vital bagi sentimen investor yang tengah bersiap menghadapi potensi koreksi jangka pendek.

Proyeksi ini disampaikan oleh Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, yang menilai bahwa posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y). "Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga masih berpotensi terkoreksi menuju area 5.850-5.911," ujar Herditya dalam riset hariannya. Ia memetakan level support di 5.949 dan 5.872, dengan resistance di 6.187 dan 6.297. Sebagai langkah strategis, ia merekomendasikan pemantauan terhadap saham-saham seperti DOOH, GGRM, ISAT, dan NCKL.

View senada turut dilontarkan oleh Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, meskipun dengan pendekatan teknis yang sedikit berbeda. Ivan melihat ada peluang rebound bagi indeks setelah berhasil ditutup di atas level 6.015 secara mingguan. "Selama penutupan harian IHSG tetap berada di atas 6.015, indeks berpeluang melanjutkan penguatan menuju area 6.180-6.250," kata Ivan. Namun, ia tetap memasang jangkar di level support 5.850, 5.607, dan 5.314, serta resistance bertingkat di 6.247, 6.423, 6.552, dan 6.712. Rekomendasi saham dari pihaknya meliputi AADI, BBNI, BMRI, dan INDF.

Data perdagangan akhir pekan lalu menunjukkan bahwa IHSG ditutup menguat di level 6.036 pada Jumat (2/10) sore, naik 27,38 poin atau 0,46 persen. Transaksi berjalan cukup ramai dengan nilai sebesar Rp12,23 triliun, volume perdagangan sekitar 121,53 miliar saham, dan frekuensi transaksi 1,62 juta kali. Secara komposit, 319 saham tercatat menguat, sementara 337 saham terkoreksi dan 134 saham stagnan pada penutupan pekan tersebut.

Perbedaan proyeksi antar analsis ini mencerminkan dinamika pasar yang kompleks di mana investor harus waspada terhadap volatilitas sesaat. Meskipun tren mingguan ditutup positif, tekanan jual jangka pendek di awal pekan menjadi sinyal untuk tidak gegabah masuk posisi tanpa mempertimbangkan level support kunci. Para pelaku pasar diimbau untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko sambil memantau pergerakan indeks terhadap level 6.015 yang menjadi kunci sentimen rebound. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca, mengingat berita ini tidak bertujuan merekomendasikan saham tertentu.

Analisis Redaksi

Munculnya dua skenario yang berlawanan dari MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas menggarisbawahi fase transisi pasar yang rapuh. Anjuran Herditya Wicaksana untuk mewaspadai koreksi ke area 5.850-5.911 bertentangan secara matematis dengan target rebound Ivan Rosanova di 6.180-6.250. Kontraksi gap support dan resistance ini menunjukkan bahwa IHSG sedang berada di area indecisive zone. Bagi investor ritel, inkonsistensi sinyal ini menuntut presisi eksekusi; menembus resistance 6.015 secara konsisten adalah prasyarat mutlak sebelum skenario bullish bisa terkonfirmasi, bukan sekadar harapan.

Secara fundamental, kemampuan indeks bertahan di atas 6.000 pada penutupan mingguan memberikan bantalan psikologis, namun tidak menghapus risiko momentum jangka pendek. Angka transaksi Rp12,23 triliun yang cukup tebal menandakan adanya rotasi aset atau profit taking yang aktif. Mengingat 337 saham masih terkoreksi lebih banyak dibanding yang menguat, distribusi keuntungan belum merata di seluruh pasar. Waspada terhadap potensi koreksi teknis di awal pekan ini adalah langkah logis sebelum melirik target resistance yang lebih tinggi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ