Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Gubernur Sulsel Bakal Edarkan Wajib Masker, Asap Karhutla dari Kalimantan Picu Polusi di Makassar

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Gubernur Sulsel Bakal Edarkan Wajib Masker, Asap Karhutla dari Kalimantan Picu Polusi di Makassar
BAGIKAN:

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan kesiapan mengeluarkan surat edaran wajib masker menyusut memburuknya kualitas udara di Makassar dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. "Nanti baru buat edaran untuk yang wajib masker. Nanti kita mau analisis, kita data dulu nanti berapa (kadar bahayanya). Ya yang di luar harus pakai masker," kata Andi Sudirman kepada wartawan, Minggu (4/10). Rencana ini menjadi respons langsung terhadap keluhan publik dan data awal yang menunjukkan kadar polutan di ambang batas gangguan kesehatan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi turut menegaskan urgensi perlindungan diri. Ia menilai penggunaan masker saat beraktivitas di luar ruangan adalah langkah preventif krusial agar dampak polusi tidak langsung menyerang tubuh masyarakat. "Kalau bisa di kegiatan outdoor ini menggunakan masker atau pengaman supaya memastikan bahwa udara yang sekarang kondisinya lagi kurang baik ini tidak langsung berdampak pada kita," ujar Appi. Ia menambahkan, Pemkot akan mempertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut jika kondisi udara tidak segera membaik.

Apa yang sebenarnya terjadi di langit Makassar? Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah IV Makassar menjelaskan bahwa polusi ini didorong oleh asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kalimantan yang terbawa angin. "Beberapa hari ini terpantau kualitasnya untuk indikator PM2,5 Maros dan sekitarnya termasuk Makassar itu masuk dalam kategori kurang sehat hingga sedang," kata Prakirawan BMKG Makassar Asriani Idrus, Minggu (4/10). Data ini mengonfirmasi adanya transfer polusi lintas pulau yang berdampak pada indeks kualitas udara lokal.

Pola waktu polusi memiliki karakteristik spesifik. Asriani mencatat bahwa kondisi udara cenderung memburuk pada rentang waktu malam hingga pagi hari, lalu mulai membaik saat matahari naik pada siang hingga sore. "Yang kurang sehatnya itu biasanya terjadi pada dini hari, tengah malam hingga pagi hari. Tadi ini terpantau sampai jam 11, pas jam 12 itu sudah kembali," paparnya. Fluktuasi harian ini penting bagi warga untuk menentukan jadwal aktivitas luar ruangan yang aman.

Faktor meteorologis menjadi kunci pemahaman fenomena ini. Asriani menjelaskan bahwa pergerakan angin dari arah barat hingga barat laut membawa partikel asap dari Kalimantan ke Sulawesi Selatan. Sebaliknya, jika angin bertiup dari timur, asap dari wilayah Papua dan Maluku berpotensi masuk. "Nah, penyebabnya itu kebanyakan dari kebakaran, asap kebakaran hutan. Karena tadi saya lihat arah anginnya umumnya berasal dari barat, jadi kemungkinan terbawa dari Kalimantan menuju ke wilayah Sulawesi Selatan," jelasnya. Mekanisme ini menunjukkan bahwa kualitas udara Sulsel sangat bergantung pada titik api di pulau tetangga.

Analisis Redaksi

Pernyataan gubernur yang belum memiliki data kadar bahaya yang pasti saat edaran wajib masker disiapkan menunjukkan adanya gap antara kecepatan respons politik dan ketelitian data ilmiah. Edaran tanpa analisis kadar polutan yang spesifik (angka PM2.5 atau AQI tertentu) berisiko dianggap lemah secara teknis oleh masyarakat yang melek data lingkungan, atau justru memicu kebingungan jika kondisi sudah membaik.

Secara lebih luas, ketergantungan cuaca Sulsel pada karhutla Kalimantan mengindikasikan lemahnya koordinasi mitigasi lintas provinsi. Jika asap dari barat menjadi penyebab utama, maka solusi jangka pendek berupa masker hanyalah penutup hidung, bukan penutup masalah. Warga perlu diwaspadai terhadap gejala iritasi saluran pernapasan, mengingat Appi sendiri menyebut risiko penyakit pernapasan jika tidak diintervensi.

Langkah logis selanjutnya adalah transparansi real-time. Publik berhak mendapatkan pembaruan data indeks kualitas udara secara berkala, bukan hanya edaran semalam. Jika tren asap dari barat masih dominan, maka edukasi terkait ventilasi rumah dan jam aktivitas aman jauh lebih efektif daripada sekadar masker, sambil menunggu angin beralih ke timur atau kondisi karhutla sumbernya berhasil dipadamkan.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ