Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sudaryono Beberkan Temuan Pungli Oknum Yayasan ke Dapur MBG, Ancam Mutu Gizi Anak

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Sudaryono Beberkan Temuan Pungli Oknum Yayasan ke Dapur MBG, Ancam Mutu Gizi Anak
BAGIKAN:

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengungkap adanya praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum yayasan terhadap mitra pengelola dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tindakan ini dinilai mengancam integritas program karena setiap rupiah yang dialokasikan seharusnya kembali dalam bentuk makanan bergizi, bukan diserobot oleh pihak tak bertanggung jawab.

"Kami menemukan ada yayasan yang meminta setoran sekian rupiah per ompreng ke mitra dapur MBG," ungkap Sudaryono. Ia menegaskan bahwa praktik 'setoran' tersebut tidak boleh terjadi karena langsung menggerus dana operasional dapur. Tekanan keuangan ini berisiko memaksa pengelola dapur untuk mengompromikan kualitas bahan baku, seperti mengurangi porsi protein hewani (daging, ayam, telur, ikan), sayuran segar, maupun buah-buahan pendamping demi mempertahankan keutuhan anggaran yang tersisa.

Sudaryono telah membanting palu peringatan keras kepada seluruh mitra pengelola dapur untuk tidak melayani permintaan setoran dari pihak mana pun. "Kalau anggaran dipotong, yang dirugikan adalah kualitas piring makan anak-anak kita," tegasnya. Pernyataan ini menjadi garis batas tegas bahwa standar gizi anak tidak boleh dijadikan komoditas transaksi gelap di balik layar distribusi MBG.

Temuan ini datang di tengah sorotan publik yang semakin tajam terhadap program MBG, yang belakangan dibayangi serangkaian insiden keracunan massal serta dugaan praktik korupsi. Kepercayaan publik yang mulai terkikis menuntut transparansi lebih tinggi dalam setiap rantai pasok makanan, bukan sekadar janji di atas kertas tanpa pengawasan ketat di lapangan.

Skala kasus ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan ancaman eksistensial terhadap tujuan utama program. Ketika dana publik yang diperuntukkan bagi pertumbuhan fisik anak-anak Indonesia justru tersisih oleh pungli, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang pada stunting dan kualitas sumber daya manusia. Kasus ini membuktikan bahwa kelemahan sistemik dalam pengawasan mitra menjadi celah terbesar bagi penyimpangan di sektor gizi.

Analisis Redaksi

Modus pungli berbasis 'setoran per ompreng' mengindikasikan adanya struktur komando di atas mitra resmi yang mengintimidasi dapur MBG. Hal ini sejalan dengan langkah tegas Kejaksaan Agung yang baru saja menetapkan lima tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi pengadaan motor listrik oleh PT Yasa Artha Trimanunggal. Ironisnya, masalah di sisi pengadaan logistik (motor listrik) dan sisi distribusi (pungli dapur) terjadi serentak, menunjukkan bahwa integritas program belum tertanam di semua lini eksekutor.

Secara ekonomi, praktik pengompromian bahan baku adalah bentuk korupsi yang halus dan mematikan. Mengurangi protein hewani demi menyelamatkan margin dapur bukan hanya melanggar standar gizi, tetapi juga merupakan bentuk penggelapan dana negara yang dampaknya dibayar oleh tubuh anak-anak. Tanpa mekanisme pelaporan keluhan yang terintegrasi dan audit silang antar lembaga, BGN akan terus kejaran dalam menjangkau dapur-dapur remote yang berada di bawah pengaruh 'setoran' tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸