Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

PM Kanada Mark Carney Akui Siapkan Skenario Invasi AS, Diversifikasi Ekonomi Jadi Kunci

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

PM Kanada Mark Carney Akui Siapkan Skenario Invasi AS, Diversifikasi Ekonomi Jadi Kunci
BAGIKAN:

Perdana Menteri Kanada Mark Carney secara terbuka mengakui bahwa negaranya telah menghabiskan setahun terakhir untuk mempersiapkan diri menghadapi risiko ancaman invasi militer dari Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan The New York Times, Carney menilai skenario tersebut sebagai "risiko ekstrem" dengan kemungkinan terjadinya sangat kecil, namun dampak geopolitik dan strategisnya dinilai sangat besar jika terwujud.

Ketika ditanya mengenai seriusnya ancaman Presiden Donald Trump untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 AS, Carney tidak menampik bahwa Ottawa telah mempertimbangkan kemungkinan invasi militer Washington secara serius. Ia menolak menjelaskan detail teknis persiapan militer tersebut, namun menegaskan bahwa dalam posisi geopolitik saat ini, ada tanggung jawab untuk menilai skenario terburuk meskipun probabilitasnya rendah. "Itu hanya manajemen risiko. Itu bukan skenario utama yang kami perkirakan, tetapi tidak mempersiapkannya akan menjadi tindakan yang tidak bertanggung jawab," papar Carney.

Langkah konkret yang diambil Carney berfokus pada pengurangan ketergantungan struktural Kanada terhadap AS, khususnya di sektor teknologi kritis seperti satelit luar angkasa dan jet tempur. Strategi diversifikasi pemasok ini bertujuan membuat Kanada lebih tidak rentan terhadap tekanan atau ancaman dari utara. Carney juga menjamin bahwa komunikasi langsung antara dirinya dan Trump masih berjalan lancar, meskipun hubungan kedua negara tengah tegang akibat perang tarif yang membuat perundingan perdagangan runtuh bulan lalu.

Komitmen Carney dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan politik Kanada mendapat perhatian luas di kancah internasional. Di World Economic Forum Davos, ia membeberkan pilihan tegas bagi Ottawa: menarik diri secara isolasionis atau melakukan diversifikasi. Para pemimpin global kini melihat Kanada sebagai contoh nyata dalam menghadapi sekutu yang tidak menentu. Hal ini diperkuat oleh jajak pendapat Leger pasca penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh AS pada Januari 2026, yang menunjukkan lebih dari 30 persen warga Kanada kini percaya invasi AS mungkin terjadi.

Profesor Matthew Schmidt dari University of New Haven menilai bahwa persiapan Kanada mengindikasikan pergeseran drastis dalam tatanan global keamanan. Meski warga AS mungkin menyikapi komentar Trump soal negara bagian ke-51 dengan skeptis, warga Kanada memaknainya secara literal dan sedang menyiapkan pertahanan diri. Kekhawatiran utama para analis adalah potensi penyalahgunaan kemitraan tradisional Kanada-AS oleh Washington untuk tindakan yang merugikan Ottawa di masa depan.

Analisis Redaksi

Pengakuan Carney menandai pergeseran paradigma keamanan Kanada yang telah menjadi sekutu NATO dan mitra dagang terbesar AS selama berdekade. Selama ini, ancaman militer langsung dari Amerika Serikat dianggap tidak mungkin terjadi dalam arsitektur keamanan Barat. Namun, era kepemimpinan Trump kedua telah mengubah kalkulus tersebut; risiko "extrem" kini masuk dalam radar perencanaan strategis, bukan sekadar paranoia.

Diversifikasi teknologi dan ekonomi yang digulirkan Ottawa bukan sekadar respons defensif, melainkan upaya strategis untuk menciptakan leverage tawar-menawar dengan Washington. Dengan mengurangi ketergantungan pada supplier teknologi AS, Kanada meningkatkan kapasitas negosiasinya di meja perdagangan yang tengah buntu. Langkah ini mungkin akan memicu frustasi di Washington, namun secara logis merupakan satu-satunya jalan untuk melindungi kedaulatan ekonomi Kanada dari tekanan moneter sepihak.

Yang perlu diwaspadai adalah efek domino kebijakan ini di tingkat aliansi multilateral. Jika negara-negara sekutu lain mulai meniru langkah Kanada dalam mendiversifikasi pasokan strategis, AS akan kehilangan salah satu instrumen tekanan ekonominya yang paling efektif. Ketegangan ini berpotensi memperlebar cakar keruntuhan perjanjian dagang bilateral dan mendorong terbentuknya blok-blok ekonomi regional baru yang lebih protektif, mengubah lanskap diplomasi global secara fundamental.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸