Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pentagon Gandeng Musk dalam Studi Perang Masa Depan Project Meridian 120 Hari

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pentagon Gandeng Musk dalam Studi Perang Masa Depan Project Meridian 120 Hari
BAGIKAN:

Departemen Pertahanan Amerika Serikat menunjuk Elon Musk, pemegang saham utama SpaceX dan Tesla, untuk memimpin studi Project Meridian yang dirancang memetakan lanskap peperangan masa depan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengumumkan langkah strategis ini bukan untuk merumuskan kebijakan, melainkan menganalisis kemampuan teknologi dan senjata esensial bagi militer AS dalam beberapa dekade ke depan.

Proyek ambisius ini akan berlangsung selama 120 hari dengan fokus pada penemuan, pengembangan, dan produksi sistem persenjataan dari bawah tanah hingga luar angkasa. Selain Musk, pendiri Anduril Industries Palmer Luckey dan mantan Ketua DPR Newt Gingrich turut tergabung sebagai pengarah utama di bawah kepemimpinan Kepala Teknologi Pentagon Emil Michael.

Pengumuman ini disampaikan Hegseth saat berpidato di Marine Corps Base Quantico, Virginia, Rabu (30/9). Ia menegaskan bahwa tujuan inisiatif ini adalah menentukan sektor-sektor yang wajib dikuasai serta kapabilitas yang harus dimatangkan untuk menghadapi perubahan peta peperangan global secara fundamental.

Keterlibatan langsung para eksekutif teknologi ini membawa dimensi kontroversial karena perusahaan mereka aktif memperebutkan kontrak miliaran dolar dari Pentagon. SpaceX baru saja mengantongi kontrak US$4,16 miliar untuk satelit pengintai dari Angkatan Luar Angkasa AS, sementara Anduril mendapat kontrak US$642 juta dari Korps Marinir untuk sistem anti-drone otonom.

Langkah ini juga sejalan dengan rencana besar Pentagon membentuk Komando Peperangan Otonom berbintang empat. Komando tersebut bertujuan meningkatkan skala penggunaan sistem otonom dan robotik di seluruh lini militer, menjadikannya bagian integral dari modernisasi pertahanan AS saat ini.

Analisis Redaksi

Kehadiran figur seperti Musk dan Luckey dalam proses strategis ini menandai erosi tegas antara batas sektor industri dan militer. Meskipun klaim "bukan perumusan kebijakan" terdengarj netral, akses primer mereka terhadap parameter pertahanan negara memberikan keuntungan asimetris yang sulit dibantah dalam persaingan kontrak.

Dampak terbesarnya adalah percepatan adopsi senjata otonom yang berpotensi menurunkan ambang batas eskalasi konflik. Dengan integrasi teknologi sipil-eksperimen secara langsung ke dalam doktrin perang, transparansi pengawasan demokratis menjadi semakin menipis karena prosesnya terfragmentasi di dalam entitas privat yang bergerak cepat.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸