88 Perwira Polri Dimutasi, Irjen Nazly Harahap Naik Jadi Kadiv Propam Gantikan Abdul Karim
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menunjuk Irjen Pol Mahmud Nazly Harahap sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri. Penunjukan ini menjadi sorotan utama dalam perombakan besar-besaran di tubuh Mabes Polri, di mana total 88 perwira tinggi mengalami rotasi jabatan. Perubahan tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang terbit 2 Oktober 2026, mengkonfirmasi bahwa restrukturisasi ini adalah langkah strategis awal kepemimpinan Suyudi yang baru menjabat pucuk Komando sejak Kamis (1/10).
Penggantian langsung terjadi di pucuk Divpropam, jabatan yang sebelumnya diduduki oleh Irjen Pol Abdul Karim. Karim kini menggeser posisi ke jabatan sebagai Kasespim Lemdiklat Polri. Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa mutasi ini bukan sekadar penyegaran, melainkan kebutuhan organisasi untuk menjaga kesinambungan tugas. "Mutasi ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Johnny dalam keterangan pers yang dirilis Sabtu (3/10).
Rekam jejak Nazly Harahap menunjukkan kedalaman pengalaman di bidang intelijen dan keamanan. Lulusan Akpol 1997 ini dikenal memiliki karier yang fluktuatif namun strategis, mulai dari memimpin Polsek Kebayoran Baru, Kapolres Sumedang, hingga Kapolres Bandung. Sebelum resmi menjabat Kakorsabhara Baharkam Polri sejak Mei lalu, dia pernah mendapat penugasan khusus di Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 2023 dan berhasil menembus pangkat jenderal di lembaga tersebut. Latar belakang ini menjadi bekal utama perkuatannya di posisi pengawasan profesi tersebut.
Konstelasi keluarga politik Nazly juga menarik perhatian publik. Dia merupakan putra dari eks Bupati Tapanuli Selatan Saleh Harahap dan adik dari Wali Kota Medan Zakiyudin Harahap. Statusnya sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Sumatera Utara (USU) turut memperkaya profil kepemimpinannya. Laman resmi MWA USU mendeskripsikannya sebagai perwira tinggi dengan pengalaman luas di bidang penegakan hukum, sebuah predikat yang kini diuji di level Mabes Polri.
Selain Nazly, daftar 14 pejabat utama Mabes Polri lainnya juga mengalami pergeseran signifikan. Komjen Asep Edi Suheri kini memegang kendali sebagai Inspektur Pengawasan Umum, menggantikan struktur lama. Posisi strategis lain seperti Kepala Bareskrim kini diemban Irjen Asep Safrudin, sementara Irjen Dedy Kusuma Bakti memimpin Badan Intelijen dan Keamanan. Seluruh personel diminta untuk segera menyesuaikan diri dan melanjutkan program yang sudah berjalan tanpa gangguan, demi pelayanan optimal kepada masyarakat.
Analisis Redaksi
Pemilihan Nazly Harahap untuk posisi Kadiv Propam bukanlah keputusan sembarangan dalam dinamika organisasi Polri. Kedalaman rekam jejaknya di BIN dan jabatan operasi pengamanan umum menunjukkan bahwa Kapolri Suyudi menginginkan figur dengan latar belakang intelijen dan keamanan yang solid untuk mengawasi etika profesi. Hal ini mengindikasikan pendekatan preventif di mana pengawasan internal diperketat oleh mereka yang paham medan operasional lapangan secara mendalam, bukan sekadar birokrat administrasi.
Rotasi masif 88 perwira tinggi dalam tempo singkat setelah pelantikan Kapolri menandakan keinginan kuat untuk 'membersihkan' struktur komando dari loyalitas lama dan membangun tim kepercayaan baru. Pergantian di posisi krusial seperti Irwasum dan Bareskrim menunjukkan bahwa Suyudi ingin kendali penuh atas penegakan hukum dan pengawasan internal. Masyarakat perlu mengawasi implementasi nyata dari arahan Kadiv Humas Johnny; apakah perombakan ini benar-benar meningkatkan responsivitas Polri atau sekadar manuver politik internal yang memperlambat respons penanganan kasus di lapangan.
BERITA TERKAIT (Hukum)

6 Warga Tewas Ditabrak Truk Molen Rem Blong di Bekasi, Polisi Selidiki Dampak Laka

Bareskrim Bongkar Cengkeraman Sindikat Solar Ilegal di Bandung, Amankan Ribuan Liter dan Truk Modifikasi

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI di Sukoharjo, Total Penelusuran Klaim Melebihi Rp500 Miliar
