Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Saudi Beber Houthi Serang Gardu Listrik Taibah di Madinah, Targetkan Masjid Nabawi

DuniaBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Internasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Saudi Beber Houthi Serang Gardu Listrik Taibah di Madinah, Targetkan Masjid Nabawi
BAGIKAN:

Juru Bicara Militer Arab Saudi dan Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al Malki, mengungkap bahwa serangan Houthi pekan lalu ternyata menyasar gardu listrik Taibah di Madinah. Fasilitas ini merupakan stasiun distribusi yang menjadi pasokan utama listrik bagi Masjid Nabawi. Pernyataan tegas ini disampaikan usai otoritas terkait menyelesaikan penyelidikan menyeluruh atas gempuran rudal Houthi ke wilayah Saudi pada 29 September.

"Serangan teroris tersebut mengakibatkan satu transformator listrik tidak berfungsi, tanpa memengaruhi jaringan listrik," ujar Al Malki dalam laporan resmi yang dirilis kantor berita Saudi Press Agency pada Kamis (1/10). Dia menekankan bahwa kerusakan teknis ini tidak berdampak pada keberlangsungan suplai energi ke situs suci tersebut.

"Aksi teroris pengecut ini merupakan kelanjutan upaya milisi ekstremis untuk menargetkan Dua Masjid Suci dan provokasi yang disengaja terhadap jutaan umat Muslim di seluruh dunia dengan menargetkan Makkah dan Madinah," lanjut Al Malki dengan nada keras. Dia menegaskan, koalisi pasukan Saudi-Yaman terus menerapkan langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi dan mencegah serangan serupa dari Houthi di masa mendatang.

Sebaliknya, salah satu sumber militer Houthi membantah habis-habisan tuduhan tersebut. Dia menyebut klaim Saudi sebagai "kebohongan" dan menuding tudingan itu sebagai kegagalan Riyadh membuktikan tuduhan sebelumnya bahwa Houthi menyerang Mekkah, demikian dikutip dari Al Jazeera. Konflik ini bukan hanya retorika; di lapangan, bentrokan terus memanas di Provinsi Taiz, Yaman. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Saudi baru saja membunuh sejumlah milisi Houthi, memicu balasan enam serangan udara yang menimbulkan kerugian besar di kawasan tenggara Taiz dan front Humayr di direktorat Maqbanah.

Situasi ini memperlihatkan eskalasi yang berbahaya di kawasan timur Teluk. Penargetan infrastruktur kritikal dekat situs suci bukan hanya tindakan militer, melainkan pesan simbolik yang kuat terhadap stabilitas regional. Bagi publik, keamanan di Makkah dan Madinah tetap menjadi prioritas tertinggi, namun dinamika di perbatasan Yaman menunjukkan bahwa perang proksi ini masih jauh dari kata selesai.

Analisis Redaksi

Klaim Riyadh mengenai serangan terhadap gardu listrik Taibah adalah sebuah manuver diplomasi yang cerdas. Dengan menempatkan fasilitas tersebut sebagai infrastruktur yang melayani Masjid Nabawi, Saudi mengubah narasi militer menjadi narasi pelindungan situs suci. Ini tidak hanya membenarkan langkah militer mereka di lapangan, tetapi juga memobilisasi opini publik global yang sensitif terhadap isu keagamaan. Bantahan Houthi yang menyebut tuduhan tersebut sebagai "kebohongan" justru mengonfirmasi adanya ketegangan tingkat tinggi antara kedua belah pihak, di mana setiap klaim diuji validitasnya dengan cepat.

Dampaknya, konflik di Yaman kini semakin terintegrasi dengan keamanan di Semenanjung Arab. Serangan udara di Taiz dan front Humayr menunjukkan bahwa pertempuran darat masih intens. Jika pola ini berlanjut, risiko meluasnya konflik ke infrastruktur sipil dan militer Saudi akan semakin tinggi. Waspadai langkah selanjutnya: kemungkinan Saudi meningkatkan sanksi udara atau pembatasan maritim, sementara Houthi mungkin memperluas vektor serangan menggunakan rudal jarak jauh. Stabilitas energi di wilayah ini tetap bergantung pada seberapa efektif koalisi dapat menetralkan kapasitas serangan Houthi.

Meow! Tanya Nesi!
😸