Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Polresta Bandara Soetta Bongkar 3 Klandestin Vape Etomidate Rp145 Miliar, Libatkan 6 WNA

KriminalSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polresta Bandara Soetta Bongkar 3 Klandestin Vape Etomidate Rp145 Miliar, Libatkan 6 WNA
BAGIKAN:

Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar tiga jaringan produksi dan peredaran narkoba jenis vape etomidate bernilai total Rp145 miliar yang melibatkan warga negara asing (WNA). Pengungkapan ini berpusat di kawasan perumahan dan apartemen Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, serta sebuah perumahan di Sidoarjo, Jawa Timur.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Wisnu Wardana, menyatakan pihaknya telah menangani enam laporan terkait peredaran narkotika jenis etomidate dan sabu. Jumlah tersangka kasus etomidate mencapai 11 orang. Empat di antaranya warga negara Indonesia berinisial TR, MH, TB, dan RN. Sisanya terdiri dari enam WN India berinisial SSM, MKS, SMAS, RK, SPAM, dan SK, serta satu WN Singapura berinisial LHM. Untuk kasus sabu, polisi menetapkan empat tersangka WNI berinisial DAD, A, MR, dan IAPY. "Jumlah tersangka peredaran etomidate sebanyak 11 orang," tutur Kombes Pol Wisnu dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (1/10) petang.

Barang bukti yang diamankan cukup masif. Petugas menyita 2,250 kg etomidate cair, 779,7 vape etomidate siap edar, 8,78 kg etomidate bubuk, 5,32 kg etomidate bubuk, 25 cartridge etomidate, 223 cartridge etomidate siap edar, dan 3,9 gram sabu. "Total keseluruhan mencapai 3,29 kg etomidate cair, 13,11 kg etomidate bubuk, 249 cartridge siap edar dan 2,250 kg sabu, yang jika dikonversikan nilainya setara Rp145 M," ujarnya.

Dari tiga home industry yang dibedah, laboratorium klandestin di perumahan PIK dan Sidoarjo baru memulai tahap produksi dan belum beroperasi. Kondisi berbeda terjadi di apartemen PIK. Fasilitas tersebut sudah berjalan memproduksi narkoba selama tiga bulan terakhir. Peredarannya mengandalkan jaringan pertemanan yang disebar ke berbagai wilayah Indonesia. "Terkait peredarannya melalui jaringan pertemanan yang disebar ke wilayah Indonesia," kata Wisnu.

Pengungkapan ini tidak berdiri sendiri. Polresta Bandara Soetta bekerja sama dengan Kantor Bea Cukai Bandara Soetta untuk memutus rantai pasokan dari pintu masuk internasional. Wisnu mengklaim operasi gabungan itu berhasil menyelamatkan kurang-lebih 106.353 generasi di Indonesia dari jeratan zat adiktif tersebut.

Hukuman berat menanti para pelaku. Mereka dijerat Pasal 119 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi juga menerapkan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. Ancaman hukumannya berkisar dari penjara minimal lima tahun hingga pidana mati.

Analisis Redaksi

Keterlibatan enam WN India dan satu WN Singapura dalam jaringan produksi vape etomidate mengonfirmasi bahwa sindikat narkoba transnasional terus menjadikan Indonesia sebagai pasar sekaligus basis manufaktur. Pemilihan lokasi di kawasan elite seperti PIK dan Sidoarjo menunjukkan strategi penyamaran yang terencana rapi. Sindikat ini sengaja menghindari area kumuh yang biasanya menjadi target razia rutin kepolisian.

Fakta bahwa laboratorium di apartemen PIK sudah beroperasi selama tiga bulan memunculkan pertanyaan serius soal pengawasan hunian vertikal. Pengelola apartemen dan aparat kewilayahan perlu dievaluasi karena gagal mendeteksi aktivitas produksi massal yang berlangsung berbulan-bulan. Modus penyebaran melalui jaringan pertemanan juga membuat deteksi dini semakin sulit dilakukan oleh petugas di lapangan.

Penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana menjadi ujian bagi sistem penegakan hukum kita. Apakah ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati benar-benar dijatuhkan pengadilan kepada aktor intelektual berpaspor asing ini, atau hanya berakhir pada kurir tingkat bawah? Konsistensi vonis akan menentukan apakah pembongkaran senilai Rp145 miliar ini sekadar kemenangan taktis atau pukulan strategis bagi kartel narkoba internasional.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ