⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Agility Luncurkan Digit 5: Robot Humanoid Kapabel 20 Jam Kerja Harian dengan Baterai Super Efisien

TeknologiKelvin WijayaKelvin WijayaSumber: CNN Teknologi
Kelvin Wijaya
Kelvin Wijaya
Software Engineer

Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Agility Luncurkan Digit 5: Robot Humanoid Kapabel 20 Jam Kerja Harian dengan Baterai Super Efisien
BAGIKAN:

Agility Robotics resmi memamerkan Digit 5, robot humanoid generasi terbaru yang dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusia di lingkungan pabrik dan gudang. Klaim utama produk ini adalah kemampuannya mengoperasikan tugas fisik selama 20 jam dalam sehari tanpa henti. Robot ini mengandalkan algoritma AI dan teknologi sensor canggih untuk mendeteksi keberadaan orang di sekitarnya. Mekanisme ini memungkinkannya mengambil tindakan proaktif seperti menghindar, berhenti, atau bahkan duduk untuk menjaga keselamatan. Kemampuan memahami isyarat visual dan audio menjadi krusial bagi keberlangsungan kerja sama antara mesin dan personel manusia.

Secara teknis, Digit 5 ditenagai oleh prosesor NVIDIA IGX Thor dan dilindungi oleh kerangka kerja keselamatan Halos. Konfigurasi ini diproyeksikan untuk memastikan interaksi yang aman di area kerja padat. Baterai robot ini menawarkan keunggulan signifikan dalam efisiensi energi. Waktu operasionalnya mencapai 90 menit dengan masa pengisian daya hanya 9 menit. Rasio penggunaan terhadap pengisian daya 10:1 ini merupakan lompatan besar dibandingkan generasi sebelumnya yang hanya memiliki rasio 2:1.

Kapasitas energi tersebut memungkinkan robot yang mampu mengangkat beban hingga 22,7 kilogram ini bekerja lebih dari 20 jam sehari. Berat total robot ini mencapai 129 kilogram dengan ketinggian 181 sentimeter. Desain fisiknya dikalibrasi khusus untuk menjangkau rak-rak penyimpanan dan bermanuver melalui lorong sempit. Robot ini juga mampu melewati pintu dan beroperasi di area kerja yang sama persis dengan manusia. Ujung lengannya dapat diganti-ganti tergantung pada jenis pekerjaan spesifik yang harus dilakukan.

Fungsionalitas Digit 5 mencakup serangkaian tugas logistik yang kompleks. Robot ini bisa membongkar palet, melakukan perawatan mesin, serta mengemas dan mengorganisir produk. Tugas pengecekan kualitas produk hingga proses pemaketan kembali untuk pengiriman juga menjadi bagian dari kapasitas kerjanya. Seluruh operasional ini terhubung dengan Agility Arc, platform cloud perusahaan yang menyediakan data analitik. Metrik yang dipantau meliputi waktu aktif, throughput, serta waktu rata-rata insiden yang terjadi. Sistem ini juga terintegrasi langsung dengan manajemen gudang dan manufaktur konvensional.

Dalam aspek keamanan informasi, Agility menegaskan bahwa privasi data robot ini terjamin penuh. Perusahaan menerapkan enkripsi end-to-end dan kontrol akses yang sangat ketat. Proses pemrosesan data dilakukan secara lokal untuk meminimalisir risiko kebocoran. Sebelumnya, versi Digit 4 telah membuktikan reliabilitasnya di lapangan. Robot generasi tersebut tercatat telah beroperasi lebih dari 65 ribu jam kerja selama hampir tiga tahun di Amerika Utara. Pengguna komersialnya mencakup raksasa logistik seperti GXO, Amazon, serta Toyota Motor Manufacturing Canada. Hingga Mei 2026, Agility telah mengumpulkan pesanan senilai lebih dari US$300 juta untuk Digit 5 dari sektor manufaktur dan logistik. Produk ini dijadwalkan dipasarkan pada tahun 2027, namun distribusi awalnya dibatasi untuk wilayah Amerika Serikat, Kanada, Uni Eropa, Inggris, dan Irlandia Utara.

Analisis Redaksi

Lompatan efisiensi baterai dari rasio 2:1 menjadi 10:1 merupakan kunci komersial utama dari Digit 5. Dalam konteks operasional gudang modern yang menuntut kepastian dan kecepatan, kemampuan bekerja 20 jam per hari tanpa jeda pengisian panjang mengubah kalkulasi biaya tenaga kerja. Transisi dari robot yang bekerja di ruang isolasi menuju humanoid yang berinteraksi langsung di lorong bersama manusia menandai fase baru dalam adopsi otomasi. Hal ini mengurangi hambatan psikologis dan struktural bagi pemilik pabrik yang ingin mengotomasi alur kerja mereka.

Jaminan keamanan data melalui pemrosesan lokal dan enkripsi end-to-end menjadi faktor penentu kepercayaan bagi klien korporasi besar. Melihat pesanan yang sudah mencapai ratusan juta dolar, jelas bahwa sektor logistik dan manufaktur mulai siap menerima kehadiran robot fisik di lini produksi. Namun, keterbatasan wilayah distribusi hingga tahun 2027, yang hanya mencakup pasar maju, menunjukkan bahwa adopsi teknologi humanoid masih terkonsentrasi di negara-negara dengan infrastruktur digital dan regulasi yang matang. Indonesia dan negara berkembang lainnya kemungkinan besar akan menjadi pasar sekunder setelah teknologi ini sudah teruji secara luas di pasar utama.

BERITA TERKAIT (Teknologi)

Meow! Tanya Nesi!
😸