Yair Lapid Tuduh Netanyahu Manfaatkan Insiden Flydubai untuk Politik Jelang Pemilu

Yair Lapid, pemimpin oposisi Israel, secara terbuka menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memainkan politik murahan dengan memanfaatkan insiden pesawat Flydubai yang nyaris dibajak sebagai alat propaganda jelang pemilihan umum. Pembentangan narasi keamanan di media sosial ini memicu ketegangan baru antara dua figur politik kunci di Israel. Tuduhan tersebut muncul di tengah simpang siur informasi mengenai akar masalah sebenarnya di dalam kokpit pesawat.
Tidak Ada Peringatan Jelas
Lapid membantah klaim bahwa pengarahan keamanan telah diterima pejabat terkait potensi ancaman tersebut. "Biarkan saya memperjelas hal ini. Tidak ada satu pun informasi yang bahkan menyerupai insiden pesawat pagi ini yang disampaikan dalam pengarahan keamanan bersama perdana menteri tadi malam," tegas Lapid melalui unggahan di platform X. Mantan pemimpin koalisi oposisi itu menekankan bahwa tidak ada petunjuk sedikit pun yang diterima menjelang kejadian, menjadikannya tuduhan serius terhadap transparansi pemerintah.
Insiden ini bermula dari penerbangan Flydubai FZ1073 rute Dubai-Tel Aviv pada Rabu (30/9). Pesawat tersebut mengirimkan kode darurat yang menandakan gangguan ilegal, sebuah sinyal standar yang mengindikasikan potensi pembajakan. Namun, laporan otoritas bandara Prince Sultan bin Abdulaziz di Tabuk, Arab Saudi, mengungkap fakta yang jauh lebih gelap dari sekadar ancaman eksternal. Terjadi pertikaian fisik di dalam kokpit antara kapten dan kopilot.
Menurut data yang beredar, salah satu pilot dilaporkan secara sengaja berniat menabrakkan pesawat yang mengangkut sekitar 174 penumpang. Niat berbahaya itu berhasil dicegah oleh pilot lainnya, meski kedua kru mengalami luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat. Otoritas Israel yang awalnya mengejar kemungkinan skenario pembajakan oleh pihak ketiga, kini harus berurusan dengan dinamika internal kru yang mengancam keselamatan ratusan nyawa di udara.
Latar belakang politik insiden ini semakin keruh dengan adanya pemilu 27 Oktober mendatang. Netanyahu, yang sebelumnya memberikan pengarahan keamanan kepada Lapid di malam sebelumnya, memperingatkan kemungkinan serangan terhadap Israel tanpa merinci detail. Lapid merespons dengan mengatakan tidak ada alasan untuk membuat masyarakat panik dan menekankan penanganan ancaman secara profesional. Namun, langkah pemerintah membangun narasi keamanan darurat dipandang oleh oposisi sebagai upaya mendongkrak elektabilitas.
Analisis Redaksi
Manuver Yair Lapid ini bukanlah sekadar kritik sembarangan, melainkan serangan presisi pada narasi keamanan yang menjadi basis legitimasi Benjamin Netanyahu. Dengan menegaskan ketiadaan peringatan dini terkait insiden Flydubai, Lapid berupaya menggeser isu dari 'menghadirkan ancaman eksternal' menjadi 'kegagalan kepemimpinan internal'. Ini adalah taktik klasik dalam politik Israel: memanfaatkan krisis keamanan sebagai panggung moral. Ketepatan waktu unggahan Lapid sehari setelah pertemuan bilateral menunjukkan persiapan koreografi politik yang matang, menjadikan transparansi intelijen sebagai senjata kampanye.
Sebaliknya, bagi Netanyahu, insiden kabin ini memberikan ruang retorika yang luas. Jika pemerintah mampu membingkai kejadian sebagai bukti kewaspadaan tinggi sistem keamanan Israel yang berhasil mengantisipasi dan menangani krisis, itu bisa memperkuat citra seorang pemimpin yang waspada di tengah ancaman. Namun, penemuan motif internal (pertikaian pilot) yang bukan murni serangan teroris asing membuat ruang bagi narasi tersebut untuk diuji. Publik yang lelah dengan konflik berkepanjangan akan menilai apakah respons darurat ini efisien atau sekadar teater politik.
Kemungkinan langkah selanjutnya adalah eskalasi saling tuduh dalam ruang media menjelang pemilu 27 Oktober. Oposisi mungkin akan menuntut investigasi terbuka independen, sementara pemerintah akan berusaha mengendalikan alur informasi agar tidak mengganggu citra keamanan nasional. Jika motif sengaja menabrakkan pesawat dikonfirmasi, fokus akan bergeser dari keamanan negara menjadi regulasi kesehatan mental dan keselamatan penerbangan, sebuah medan yang kurang menguntungkan bagi narasi 'perang dan ancaman' yang sedang dibangun Netanyahu. Publik Israel kini menonton bukan hanya pemilu, tetapi juga siapa yang paling kredibel dalam mengelola risiko manusia.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Haley Stevens Dikecualikan Demokrat Michigan Usai Dukung Kandidat Republik

Eisenkot Bongkar Ambisi Netanyahu Giring Pemilu Ulang, Qatar Bantah Tuduhan Campur Tangan

Hasil Pemilu Israel: Survei Ditolak, Partai Arab Dipertanyakan Asing
