Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Suyudi Resmi Disetujui Jadi Kapolri, Janji Hapus Stigma 'No Viral No Justice' di Polri

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Suyudi Resmi Disetujui Jadi Kapolri, Janji Hapus Stigma 'No Viral No Justice' di Polri
BAGIKAN:

Komjen Suyudi Ario Seto resmi disetujui secara aklamasi oleh DPR sebagai Kapolri baru menggantikan Listyo Sigit Prabowo, sekaligus membawa misi langsung untuk menghapus stigma "no viral no justice" yang selama ini melekat pada institusi kepolisian. Persetujuan itu terjadi dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani dan dihadiri 383 anggota dewan, hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Prabowo Subianto mengirimkan surat presiden (surpres) ke parlemen pada Kamis (1/10).

Misi besar tersebut disampaikan Suyudi saat memberikan paparan visi dan misi di depan anggota Komisi III DPR RI di Jakarta. Ia menegaskan bahwa laporan dari masyarakat tidak semestinya menunggu viral terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian aparat penegak hukum. Frasa yang kerap digaungkan netizen di media sosial itu menjadi catatan serius bagi calon pemimpin korps Bhayangkara.

Suyudi merumuskan perubahan pola pikir itu dengan kalimat yang lugas. "Logika yang harus diubah, bukan lapor menunggu viral baru diperhatikan. Tetapi lapor, diverifikasi, ditangani, diberi kabar perkembangan," kata Suyudi pada Kamis (1/10). Ia juga memastikan setiap laporan yang sudah ditangani akan langsung diproses hukum dan diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Proses politik yang dilalui Suyudi berjalan sangat singkat. Pada Kamis pagi, tepat setelah surpres beredar di publik, ia langsung menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR. Proses kilat itu berakhir dengan persetujuan secara aklamasi dari seluruh anggota komisi yang membidangi urusan hukum tersebut terhadap sosok yang diusulkan Presiden Prabowo.

Persetujuan tingkat komisi langsung dibawa ke forum tertinggi. Tak lama berselang, DPR menggelar rapat paripurna dan menyetujui secara aklamasi penunjukan Suyudi sebagai Kapolri baru. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR Puan Maharani ini dihadiri oleh 383 anggota dewan, sebuah angka yang menunjukkan soliditas dukungan legislatif terhadap kandidat tunggal dari eksekutif.

Puan menyampaikan kelanjutan dari proses politik tersebut kepada publik. Ia mengatakan rencananya Presiden Prabowo akan melantik Suyudi pada Kamis siang ini di Istana, sehabis waktu zuhur. Pelantikan cepat ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di tubuh Polri.

Selain mengurai masalah penanganan laporan, Suyudi menyinggung satu prinsip fundamental dalam tata kelola institusi. Ia menyebut kewenangan yang kuat juga harus disertai pengawasan yang kuat. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa penguatan mekanisme kontrol internal akan menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda kerjanya nanti.

Analisis Redaksi

Jalan pintas politik yang dilalui Suyudi—dari surpres hingga pelantikan di hari yang sama—menunjukkan kalkulasi matang dari Istana. Dukungan aklamasi 383 anggota dewan tanpa perdebatan berarti memberi modal politik besar bagi Kapolri baru. Namun, modal politik sebesar apa pun tidak akan berguna jika janji menghapus stigma "no viral no justice" hanya berhenti di ruang rapat Komisi III.

Pernyataan Suyudi tentang logika pelaporan yang harus diubah menyentuh akar krisis kepercayaan publik terhadap kepolisian. Selama bertahun-tahun, warga merasa terpaksa menggunakan tekanan media sosial agar kasusnya bergerak. Komitmen untuk memverifikasi, menangani, dan memberi kabar perkembangan adalah standar pelayanan dasar yang seharusnya sudah berjalan otomatis, bukan sekadar janji pejabat baru.

Langkah selanjutnya yang paling krusial adalah penerjemahan prinsip "kewenangan kuat harus disertai pengawasan kuat" ke dalam sistem kerja nyata. Publik akan mengukur kinerja Suyudi bukan dari seberapa cepat ia dilantik, melainkan dari berapa banyak kasus yang kini bisa diselesaikan tanpa perlu lebih dulu menjadi tren di jagat maya. Waktu pembuktian dimulai segera setelah sumpah jabatan diucapkan di Istana siang ini.

Meow! Tanya Nesi!
😸