Sertijab Kapolri dan Wakapolri Digelar Besok di Mabes Polri, Susunan Acara Dimatangkan Malam Ini

Upacara serah terima jabatan (sertijab) Kapolri dan Wakapolri dipastikan berlangsung di Markas Besar Polri, Jumat (2/10). Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Mabes Polri, Kamis (1/10). "Besok ya," kata Johnny singkat.
Jajaran internal Polri bergerak cepat. Malam ini, mereka menggelar rapat teknis untuk mematangkan detail susunan acara sertijab tersebut. Johnny memastikan informasi final akan segera dibagikan begitu keputusan rapat selesai. "Nanti malam ini akan dilangsungkan rapat, nanti infonya kami sampaikan ke kawan-kawan ya, kalau sudah pasti," ucap dia.
Konfirmasi serupa datang dari Jenderal Dedi Prasetyo. Ia menyebut persiapan teknis rangkaian acara telah dibahas sepanjang hari ini. Tiga agenda utama bakal mengisi upacara esok hari. "Oh iya tadi, tadi persiapan ya. Persiapan, nanti ada acara penyerahan pataka, kemudian ada acara pisah sambut, dan ada acara pelepasan. Insyaallah akan dilaksanakan semuanya besok di sini, di Mabes Polri," tutur Dedi.
Rangkaian sertijab ini menyusul pelantikan resmi Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Kamis (1/10) hari ini. Keputusan tersebut berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/TK/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia serta Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Suyudi menggantikan Listyo yang telah menjadi Kapolri sejak 27 Januari 2021 saat dilantik Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo melantik Komjen Wahyu Hadiningrat menjadi Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) menggantikan Komjen Dedi Prasetyo. Wahyu sebelumnya menjabat sebagai Asisten Utama Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Astamarena) Kapolri. Sementara itu, Dedi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.
Pergantian komando di tubuh Polri ini membawa dampak langsung bagi publik. Transisi kepemimpinan yang berjalan tertib dan terencana menunjukkan stabilitas institusi penegak hukum di tengah berbagai dinamika keamanan nasional. Masyarakat tentu menantikan bagaimana arah kebijakan baru di bawah kendali Kapolri dan Wakapolri yang baru dilantik.
Analisis Redaksi
Pelantikan dan sertijab yang dilakukan dalam rentang waktu kurang dari 24 jam memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kesinambungan komando kepolisian. Keputusan Presiden Nomor 96 dan 97/TK/2026 menjadi landasan hukum yang mengikat seluruh proses transisi ini. Penyerahan pataka, pisah sambut, dan pelepasan bukan sekadar ritual seremonial, melainkan simbol perpindahan tanggung jawab operasional yang menyangkut hajat hidup jutaan warga negara.
Hal yang patut dicermati adalah latar belakang Komjen Wahyu Hadiningrat sebagai mantan Astamarena Kapolri. Posisi strategis di bidang perencanaan umum dan anggaran memberinya pemahaman mendalam soal postur keuangan dan sumber daya kepolisian. Kombinasi antara Suyudi di puncak pimpinan dan Wahyu di lini perencanaan berpotensi mempercepat eksekusi program-program prioritas yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Langkah selanjutnya yang logis adalah konsolidasi internal. Rapat teknis malam ini menjadi penanda bahwa jajaran Mabes Polri tidak ingin ada celah prosedural dalam serah terima besok. Publik perlu mengawasi apakah duo pimpinan baru ini mampu menerjemahkan mandat Keppres tersebut menjadi kinerja lapangan yang konkret, terutama dalam penanganan kejahatan dan pemeliharaan ketertiban masyarakat.
BERITA TERKAIT (Politik)

Presiden Prabowo Panggil Tim Ekonomi ke Istana untuk Koordinasi Kebijakan

Demokrat Nilai Gibran Tak Lagi Memenuhi Syarat Wapres Usai MA Putuskan Suket Tidak Sah

Klarifikasi Wamendagri: Insentif Rp1 Triliun untuk Pemda Cakup Stunting, Rumah, dan Inflasi
