Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Puan Maharani Jelaskan Alasan Lintas Komisi dan Paripurna Calon Kapolri Dilakukan Kilat

PolitikBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Puan Maharani Jelaskan Alasan Lintas Komisi dan Paripurna Calon Kapolri Dilakukan Kilat
BAGIKAN:

Proses fit and proper test calon Kapolri, Komjen Suyudi Ario Seto, berlangsung kilat hingga menyisipkan langsung ke persetujuan Rapat Paripurna DPR RI pada Kamis (1/10). Ketua DPR Puan Maharani menegaskan bahwa kecepatan ini bukan melompati aturan, melainkan konsekuensi logis dari hasil komisi yang bersih dari penolakan.

Puan menjelaskan di kompleks parlemen bahwa laporan resmi menunjukkan tidak ada satu pun anggota Komisi III yang mempermasalahkan kelayakan Suyudi. Komisi III menyetujui calon Kapolri secara aklamasi penuh. "Dari laporan yang kami terima bahwa tidak ada hal-hal yang dipermasalahkan di Komisi III, karena memang Komisi III yang melakukan fit and proper dan alhamdulillah secara aklamasi tadi Komisi III menyetujui," kata Puan.

Mekanisme DPR memang mengizinkan percepatan jika tidak ada fraksi atau anggota yang keberatan. Puan menambahkan, selama tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan, proses pengambilan keputusan dapat segera dilakukan dengan tetap mengikuti mekanisme dan tata tertib yang berlaku. "Selama tidak ada hal yang perlu dipermasalahkan, ya sesuai mekanisme dan sesuai tata tertib yang ada bisa saja itu segera dilakukan," ujar Puan.

Secara teknis, sidang Komisi III hanya memakan waktu sekitar 20 menit untuk menelaah riwayat dan kemampuan Suyudi. Selesai komisi, sidang paripurna langsung digelar tanpa jeda berarti. Hasilnya, DPR menyetujui Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri untuk pengangkatan oleh Presiden.

Kecemasan publik soal kekosongan jabatan kepala polisi menjadi pemicu utama percepatan. Puan menutup penjelasannya dengan janji bahwa naskah persetujuan akan ia tandatangani sebagai Ketua DPR dan segera dikirimkan ke Istana. "Dan insya Allah supaya tidak terjadi kekosongan, nanti setelah penetapan ini saya tandatangani sebagai Ketua DPR dan saya kirimkan ke bapak Presiden, insya Allah setelah zuhur calon Kapolri akan segera dilantik oleh bapak Presiden," ujar Puan saat memimpin Rapat Paripurna.

Adapun pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan terjadi di hari yang sama. Kecepatan proses ini menandai transisi kepemimpinan polri yang mulus.

Analisis Redaksi

Kelancaran tanpa hambatan ini menunjukkan adanya konsensus politik yang kuat di ruang sidang. Dalam konteks keamanan nasional, efisiensi birokrasi DPR menjadi krusial. Jika ada fraksi yang menolak, sidang bisa berlarut berhari-hari. Aklamasi murni dari Komisi III justru membuktikan bahwa profil Komjen Suyudi sudah dipetakan dan diterima lintas fraksi sejak awal. Ini sinyal positif bagi stabilitas hukum dan keamanan di bawah kepemimpinan baru.

Dampaknya, roda hukum dan keamanan tidak akan sempat mengalami kevakuman strategis. Pengakuan formal bahwa "tidak ada hal yang dipermasalahkan" meredam spekulasi publik tentang potensi konflik internal di DPR. Publik harus paham bahwa percepatan ini adalah mekanisme darurat yang sah, bukan intervensi politik. Langkah berikutnya tinggal menunggu kepututan resmi Presiden dan pengangkatan Suyudi dalam upacara kenegaraan, yang akan segera mengubah dinamika internal Polri menuju era reformasi birokrasi yang lebih adaptif.

Meow! Tanya Nesi!
😸