Prabowo Titipkan Pemberantasan Narkoba dan Judi Online ke Kapolri Baru Suyudi Usai Pelantikan
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan khusus kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk memprioritaskan pemberantasan narkotika, penyelundupan, dan judi online segera setelah pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/10). Penugasan langsung dari kepala negara ini menandai hari pertama Suyudi menggantikan Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).
Suyudi mengonfirmasi fokus utama yang dipesankan presiden tersebut. "Terutama terkait dengan masalah-masalah narkotika, kemudian penyelundupan, judi online, dan hal-hal lain yang menjadi keresahan di tengah masyarakat," kata Suyudi usai acara pelantikan.
Langkah awal kepemimpinan jenderal bintang empat ini tidak langsung menyasar operasi lapangan secara masif. Ia menyatakan akan memulai dengan konsolidasi internal Polri guna menjaring permasalahan institusional yang mendesak untuk diatasi. "Kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting ya menjadi prioritas kami. Tentunya dalam kerangka Harkamtibmas tadi dan juga sesuai dengan grand strategy Polri dengan roadmap tadi yang telah disampaikan juga oleh Pak Sigit," ujarnya.
Proses politik menuju kursi orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu berlangsung sangat cepat pada Kamis (1/10). DPR mengesahkan Komjen Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri melalui rapat fit and proper test yang hanya memakan waktu sekitar 20 menit di Komisi III DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa Suyudi merupakan satu-satunya nama yang diserahkan Presiden Prabowo lewat Surat Presiden Nomor R57/Pres/09/2026 tertanggal 30 September 2026. "Dari nama yang diusulkan memang biasanya hanya satu calon," kata Puan usai Paripurna pengesahan Suyudi. Total durasi rapat pengujiannya pun hanya berkisar 30 menit sebelum hasilnya dibawa langsung ke sidang Paripurna untuk disahkan.
Dalam forum pengujian tersebut, Suyudi menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pembenahan dengan melihat kekurangan institusi secara jernih, sekaligus menjaga dan memperluas capaian para pendahulunya. Ia mengusung tema Polisi Bersama Masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian. "Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat, sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," katanya.
Latar belakang Suyudi sebagai Kepala BNN memberikan konteks kuat atas arahan khusus Presiden Prabowo. Dua hari sebelum pengesahan, tepatnya Selasa (29/9), ia menemui Prabowo di Istana untuk menggelar rapat membahas persoalan kelebihan kapasitas (overcapacity) lembaga pemasyarakatan. Perpindahan dari pimpinan lembaga antinarkoba ke jabatan Kapolri menunjukkan garis komando yang jelas dari istana agar ancaman narkoba ditangani melalui pendekatan penegakan hukum terpadu.
Analisis Redaksi
Arahan spesifik Presiden Prabowo soal narkotika, penyelundupan, dan judi online bukan sekadar basa-basi seremonial pelantikan. Ketiga isu ini merupakan akar dari berbagai kejahatan jalanan hingga korupsi tingkat tinggi yang selama bertahun-tahun menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum. Dengan menunjuk mantan Kepala BNN sebagai Kapolri, istana mengirimkan sinyal tegas bahwa pendekatan represif terhadap jaringan narkoba dan sindikat perjudian daring akan menjadi tolok ukur keberhasilan utama Suyudi di mata presiden.
Kecepatan proses politik di parlemen patut dicermati secara kritis. Pengesahan calon tunggal melalui fit and proper test yang hanya berlangsung 20 menit di Komisi III dan total 30 menit untuk seluruh rangkaian rapat mengindikasikan solidnya dukungan politik koalisi pemerintah saat ini. Tidak ada perdebatan berarti. Hal ini memberi modal politik besar bagi Suyudi, namun sekaligus mempersempit ruang toleransi publik jika kinerjanya kelak mengecewakan karena legitimasinya dibangun di atas persetujuan mutlak tanpa hambatan.
Wacana konsolidasi internal dan "belanja masalah" yang digagas Kapolri baru adalah langkah taktis yang logis. Suyudi memahami betul bahwa Polri tidak bisa bergerak efektif memberantas judi online atau penyelundupan jika organ internalnya masih menyimpan patologi birokrasi. Doktrin "Polisi Bersama Masyarakat" yang ia canangkan harus segera diterjemahkan ke dalam indikator kinerja yang terukur. Jika dalam tiga bulan pertama tidak ada penangkapan signifikan pada bandar besar atau penutupan server judi online yang beroperasi terang-terangan, narasi transformasi ini hanya akan berakhir sebagai jargon kosong di laci meja kerja.


