Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas ke 10 Hektare, Api Belum Padam Total Setelah 24 Jam

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Meluas ke 10 Hektare, Api Belum Padam Total Setelah 24 Jam
BAGIKAN:

Api yang membakar area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, masih belum sepenuhnya padam hingga Kamis (1/10), sekitar 24 jam setelah kejadian. Kebakaran lahan itu pertama kali dilaporkan terjadi pada Rabu (30/9) sekitar pukul 18.04 WIB.

Hingga Kamis siang, kondisi titik api dilaporkan cenderung berkurang. Namun penanganan tetap berjalan intensif untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain. Tim gabungan masih memprioritaskan pemadaman dan pendinginan di area terdampak.

Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Jawa Tengah, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tidak ada laporan korban jiwa dari peristiwa ini. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan.

"Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Jawa Tengah, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare dan masih dalam proses pendataan. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyelidikan," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Kamis.

Berton menyebut BPBD Kota Semarang bersama tim gabungan melakukan kaji cepat dan penanganan di lokasi dengan koordinasi lintas sektor. Upaya difokuskan pada pemadaman, pendinginan, serta pengendalian titik api pada area yang terbakar.

Penanganan ini melibatkan banyak pihak: BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Semarang, BPBD Kabupaten Demak, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pekerjaan Umum, Satpol PP, unsur TNI dan Polri, PMI, pemerintah Kecamatan Mijen dan Kelurahan Jatibarang, hingga komunitas relawan.

Dukungan peralatan yang dikerahkan tak main-main. Ada satu unit truk tangki BPBD Provinsi Jawa Tengah, 11 unit truk pemadam kebakaran Kota Semarang, dua unit truk tangki PDAM, empat unit truk tangki DPU, satu unit truk tangki Perkim, satu unit truk tangki PMI Kota Semarang, satu unit ambulans PMI, satu unit ambulans Antasena, serta satu unit rescue Samapta Polda Jawa Tengah. Alat berat juga turun ke lapangan berupa satu unit ekskavator, satu unit loader, dan satu unit dozer dari Dinas Lingkungan Hidup.

Kendala di lapangan nyata dirasakan para petugas. Berton menyebut titik api sulit dijangkau, akses jalan sempit, dan kondisi api yang cepat menyebar. "Kondisi tersebut menjadi perhatian tim gabungan dalam menentukan strategi pemadaman dan pengendalian di lapangan," ujarnya.

Pemerintah daerah pun menyiapkan dukungan logistik, pasokan air, dan dapur umum untuk mendukung personel yang terlibat dalam operasi penanganan kebakaran. Semua kebutuhan itu dirancang agar operasi pemadaman yang sudah berjalan lebih dari sehari tidak terhambat.

Menanggapi peristiwa ini, BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya selama kondisi cuaca kering. Masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran kepada aparat maupun pemerintah daerah setempat.

"Hingga Kamis (1/10), tim gabungan masih melakukan penanganan di area terdampak dengan memprioritaskan pemadaman dan pendinginan serta memastikan api dapat dikendalikan agar tidak meluas ke area lainnya," tutur Berton.

Analisis Redaksi

Kebakaran di TPA Jatibarang memperlihatkan betapa sulitnya menangani api di area pembuangan akhir sampah. Material sampah yang menumpuk dan menghasilkan gas metana membuat bara api bisa menyala di lapisan dalam timbunan, sehingga api sulit dijangkau dan cepat menyebarβ€”persis seperti kendala yang disebut BNPB. Ini bukan sekadar pekerjaan memadamkan api di permukaan, melainkan pertarungan panjang yang membutuhkan alat berat untuk membalik timbunan dan pendinginan berhari-hari.

Yang perlu diwaspadai publik adalah dampak lanjutannya. Asap kebakaran TPA umumnya membawa partikulat dari sisa sampah yang membakar, dan arah angin bisa membawanya ke kawasan permukiman di sekitar Kedungpane dan Mijen. Di sisi lain, cuaca kering yang diimbau BNPB menjadi konteks penting: risiko kebakaran lahan di Jawa Tengah sedang tinggi, dan TPA adalah salah satu titik paling rentan.

Langkah selanjutnya yang logis adalah penyelesaian penyelidikan penyebab kebakaran yang masih berjalan, pendataan akhir luas terdampak yang saat ini baru bersifat perkiraan 10 hektare, serta evaluasi tata kelola dan sistem pemantauan di TPA Jatibarang agar kejadian serupa tidak berulang. Publik layak menuntut kejelasan soal penyebabnya, sebab jawaban itu menentukan apakah ini murni soal cuaca kering atau ada faktor kelalaian yang perlu diperbaiki.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸