Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Juda Agung Sambut Luky Alfirman dan Nurkholisoh sebagai Wamenkeu Baru Pasca-Pelantikan Prabowo

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Juda Agung Sambut Luky Alfirman dan Nurkholisoh sebagai Wamenkeu Baru Pasca-Pelantikan Prabowo
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Penunjukan ini menambah formasi pucuk pimpinan Kementerian Keuangan menjadi tiga orang sekaligus.
  • Juda Agung menilai rekannya itu bukan sosok asing di lingkungan kementerian.
  • Ia menegaskan Luky telah lama berkarier dan menguasai berbagai aspek krusial di tubuh institusi pengelola uang negara tersebut.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), sebuah langkah yang langsung disambut positif oleh Wakil Menteri Keuangan petahana Juda Agung. Penunjukan ini menambah formasi pucuk pimpinan Kementerian Keuangan menjadi tiga orang sekaligus.

Juda Agung menilai rekannya itu bukan sosok asing di lingkungan kementerian. Ia menegaskan Luky telah lama berkarier dan menguasai berbagai aspek krusial di tubuh institusi pengelola uang negara tersebut. "Kita sudah tahu beliau sudah lama di Kemenkeu. Dari kerja juga di sana saya kira beliau menguasai banyak aspek ya, termasuk di anggaran, pernah di perimbangan keuangan, pernah di apa namanya itu anggaran, sudah pernah di DJSEF," kata Juda saat ditemui dalam Media Gathering di Bogor, Kamis (1/10/2026).

Dasar hukum pelantikan dua pejabat baru ini tertuang jelas dalam Keputusan Presiden Nomor 104 P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Dengan terbitnya Keppres tersebut, posisi wakil menteri kini diisi secara kolektif oleh Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.

Rekam jejak Luky Alfirman di Kementerian Keuangan membentang panjang sejak 1995. Pria ini pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, mulai dari Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan hingga Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Pada Mei 2025, ia ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Anggaran sebelum akhirnya ditarik naik oleh Prabowo menjadi wakil menteri hari ini.

Sementara itu, latar belakang Nurkholisoh Ibnu Aman membawa warna berbeda ke dalam tim. Ia merupakan ekonom dan peneliti Bank Indonesia. Nurkholisoh kembali bergabung dengan bank sentral sebagai Senior Researcher sejak November 2024, setelah sebelumnya meniti karier sebagai Senior Economist di institusi yang sama. Kehadirannya melengkapi keahlian birokrasi fiskal Luky dengan perspektif moneter.

Kombinasi dua profil ini memberikan sinyal kuat terkait arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan. Publik dan pelaku pasar kini memiliki gambaran lebih utuh mengenai siapa saja yang akan mengawal postur anggaran negara bersama Menteri Keuangan di tengah tantangan global yang terus bergerak dinamis.

Analisis Redaksi

Keputusan Presiden Prabowo menempatkan tiga wakil menteri di satu kementerian bukanlah manuver administratif biasa. Langkah ini menunjukkan bahwa beban kerja pengelolaan fiskal negara dianggap sangat berat sehingga membutuhkan pembagian tugas yang jauh lebih spesifik. Kehadiran Luky yang paham seluk-beluk birokrasi internal sejak 1995 dipadukan dengan Nurkholisoh yang membawa kacamata riset bank sentral menciptakan keseimbangan antara eksekusi anggaran dan ketajaman analisis makroekonomi.

Hal yang perlu diwaspadai dari struktur komando semacam ini adalah potensi tumpang tindih kewenangan. Tiga wakil menteri menuntut koordinasi tingkat tinggi agar tidak terjadi kebingungan di level direktorat jenderal ke bawah. Pembagian portofolio yang presisi antara Juda, Luky, dan Nurkholisoh akan menjadi ujian pertama bagi soliditas tim ini dalam menjalankan arahan presiden.

Secara logis, langkah selanjutnya yang harus segera dilakukan adalah penataan ulang deskripsi pekerjaan masing-masing wakil menteri. Kementerian Keuangan kemungkinan besar akan menerbitkan aturan internal baru yang memetakan secara tegas area tanggung jawab ketiga pejabat tersebut. Tanpa pemetaan yang jernih, penambahan personel justru berisiko memperlambat proses pengambilan keputusan strategis di kementerian yang menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan nasional.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ