Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

DPR Terima Surpres, Komjen Suyudi Ario Seto Diusulkan Jadi Kapolri Ganti Listyo Sigit

PolitikSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

DPR Terima Surpres, Komjen Suyudi Ario Seto Diusulkan Jadi Kapolri Ganti Listyo Sigit
BAGIKAN:

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat menerima surat presiden yang mengusulkan Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit.

Usulan tersebut datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto lewat surat resmi bertanggal 30 September yang memuat rencana pemberhentian dan pengangkatan pejabat tinggi Polri.

Suyudi kini memegang kendali sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional. Perannya di BNN membuatnya dikenal luas dalam penanganan peredaran narkoba skala nasional. Transisi menuju Polri akan menguji kapabilitas birokrasi dan ketegasan penegakan hukum di institusi keamanan.

Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, memastikan mekanisme uji kepatutan dan kelayakan tidak akan terlewat. Proses fit and proper test dijadwalkan segera dijalankan untuk menilai rekam jejak calon secara komprehensif sebelum disahkan oleh Dewan.

Keputusan ini mengubah peta komando keamanan negara secara signifikan. Era Listyo Sigit yang penuh dengan penekanan pada reformasi internal akan berganti wajah dengan figur dari lingkup pemberantasan narkotika.

Analisis Redaksi

Momentum pergantian pucuk pimpinan Polri ini bukan sekadar rotasi jabatan rutin. Pilihan Presiden Prabowo terhadap Suyudi mengisyaratkan prioritas pemerintahan baru yang menaruh bobot besar pada pemberantasan narkotika sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan hukum. Latar belakang Suyudi di BNN menjadi nilai jual utama, mengindikasikan bahwa arah strategi Polri ke depan mungkin akan mengintegrasikan pendekatan penegakan hukum keras terhadap sindikat narkotika.

Untuk publik, hal ini membawa implikasi langsung pada penegakan hukum di lapangan. Warga bisa mengharapkan ketegasan lebih tinggi dalam penanganan kasus-kasus besar narkoba yang kerap memicu keresahan sosial. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada hasil uji kelayakan di Komisi III. Jika lolos, Suyudi harus membuktikan bahwa pendekatan di BNN bisa diterapkan dengan profesionalisme Polri tanpa mengorbankan hak asasi manusia.

Meski proses DPR berjalan cepat, langkah selanjutnya akan fokus pada pengujian integritas dan visi kepemimpinan Suyudi. Kita perlu mengawasi bagaimana ia merancang transisi dari pejabat BNN menjadi arsitek keamanan nasional. Keberhasilan kebijakan ini akan teruji dalam beberapa bulan pertama menjabat, di mana sinergi antara pemberantasan narkotika dan ketertiban umum akan menjadi tolok ukur utama kinerja Polri.

Meow! Tanya Nesi!
😸