Arrmanatha Nasir Resmi Jadi Menlu, Gantikan Sugiono yang Pindah ke Koopmenbud
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Arrmanatha Nasir resmi ditetapkan sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia, menggantikan Sugiono yang dirombak menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Pelantikan dilakukan di Istana Negara pada Kamis (1/10), di mana Arrmanatha disumpah bersamaan dengan 16 pejabat lainnya. Pergantian ini menandai berakhirnya era Sugiono sebagai diplomat nomor satu, setelah sebelumnya ia memimpin kementerian tersebut sejak tahun sebelumnya.
Prosesi sumpah jabatan berlangsung khidmat di tengah sorotan para hadirin. "Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Arrmanatha Nasir, dikutip langsung dari momen pelantikan. Ia menegaskan komitmennya untuk menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab. Sugiono dan para menteri baru lainnya turut mengucapkan sumpah yang sama dalam acara yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis siang itu.
Sebelum memimpin kementerian, Arrmanatha merupakan diplomat karir yang sudah malang melintang di kancah internasional selama puluhan tahun. Ia lahir di Bangkok, Thailand, pada 1971 dan bergabung di Kementerian Luar Negeri sejak 1997. Karier diplomasi-nya dimulai dari posisi teknis di sektor pertanian dan komoditas sebagai Wakil Direktur Bidang Pertanian dan Komoditas pada 2005-2008. Sejak 2024, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Sugiono, posisi yang memberinya akses langsung ke kebijakan luar negeri pemerintah.
Pengalaman di PBB menjadi pilar kuat rekam jejak Arrmanatha. Dari 2008 hingga 2012, ia bertugas di Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, menangani isu ekonomi di Komite Kedua Majelis Umum dan ECOSOC. Ia juga tercatat sebagai penasihat bidang ekonomi untuk Presiden Sidang ke-65 Majelis Umum PBB pada 2010-2011. Setelah sempat menjadi Juru Bicara Kemlu di Jakarta pada 2014-2019, ia dipercaya sebagai Duta Besar untuk Prancis, Andorra, Monako, serta Delegasi Tetap untuk UNESCO hingga 2021.
Di panggung global, Arrmanatha melanjutkan kariernya sebagai Wakil Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di New York sejak 2021. Ia menyerahkan surat kepercayaan kepada Sekretaris Jenderal António Guterres pada Januari 2022. Peran strategisnya berlanjut di struktur ECOSOC, di mana ia menjabat sebagai Wakil Presiden pada 2023 dan memimpin Coordination Segment yang mempertemukan berbagai komisi fungsional PBB. Ia juga menjadi Wakil Tetap RI pertama untuk International Seabed Authority (ISA) di Jamaika setelah perubahan struktur organisasi, serta aktif dalam Committee on the Exercise of the Inalienable Rights of the Palestinian People terkait hak-hak rakyat Palestina.
Analisis Redaksi
Penunjukan Arrmanatha Nasir menunjukkan sinyal kuat pemerintah untuk mempertahankan jalur diplomasi berbasis multilateralisme. Latar belakangnya yang panjang di New York dan keakraban dengan struktur PBB membuatnya menjadi figur yang tepat untuk melanjutkan isu-isu strategis global. Pergeseran Sugiono ke posisi Koopmenbud mengindikasikan reshuffle yang terstruktur, bukan sekadar pergantian mendadak, namun sebuah realokasi sumber daya manusia di pemerintahan pusat yang lebih besar.
Dalam konteks hubungan internasional saat ini, pengalaman Arrmanatha dalam menangani ekonomi pembangunan di ECOSOC dan negosiasi sebagai kelompok negara berkembang akan menjadi aset kritis. Indonesia, sebagai anggota penting dalam forum-forum global, membutuhkan figur yang paham betul dinamika negosiasi di tingkat tinggi. Fokus pada isu Palestina dan wewenang di ISA juga mengisyaratkan posisi Indonesia yang tetap konsisten dengan prinsip prinsip organisasi itu sendiri di bidang kedaulatan dan maritim, serta keadilan internasional.
Meski demikian, tantangan besar menunggu Menlu baru dalam memediasi ketegangan geopolitik yang memanas di berbagai kawasan. Kemampuan Arrmanatha untuk menerjemahkan kebijakan nasional menjadi bahasa diplomasi yang efektif di forum-forum regional dan global akan menjadi ujian utama. Publik dan pengamat internasional akan menunggu langkah pertama kebijakan luar negeri di bawah kepemimpinannya, terutama terkait peran Indonesia di ASEAN dan PBB.
BERITA TERKAIT (Dunia)

Terakhir Kali Sampaikan Pesan Bahaya Sebelum Hancur: Kronologi Mengerikan Jatuhnya Learjet 60 di Florida

Dinamika Negosiasi Baru: AS dan Iran Duga Saling Akui Posisi, Iran Klaim Kemenangan atas Washington
Serangan Udara Israel di Khan Younis Tewaskan 5 Polisi Palestina, Eskalasi Konflik Gaza Terus Meningkat
