Telkom Ganti Pucuk Pimpinan, Nanang Hendarno Jadi Dirut Gantikan Dian Siswarini
Membahas teknologi dari kacamata pengembang dan inovasi perangkat lunak.

Direksi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk merombak susunan pucuk pimpinan perusahaan pada Rabu (30/9). Perubahan signifikan terjadi saat Nanang Hendarno resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama, menggantikan Dian Siswarini yang baru mengisi kursi tersebut sejak awal 2025.
Langkah perombakan ini dikonfirmasi langsung oleh SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza. "Siap, betul," tegas Reza saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com mengenai perubahan beberapa posisi direksi. Pernyataan singkat ini menjadi validasi resmi atas pergerakan kursi strategis di dalam tubuh BUMN telekomunikasi terbesar di Indonesia itu.
Perpindahan ini memicu efek domino pada jabatan lain. Budi Satria Dharma Purba, yang sebelumnya memegang posisi Direktur Wholesale & International Service, diangkat sebagai Direktur Network untuk menggantikan Nanang. Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Budi kini dipercayakan kepada Radita Ali Putra. Di segmen teknologi, Kharim I. G. Siregar menunjuk sebagai pengganti Faizal R. Djoemadi di jabatan Direktur IT Digital.
Meskipun ada beberapa pergantian, kelima direktur lainnya tetap mempertahankan jabatan mereka. Nama-nama seperti Veranita Yosephine, Willy Saelan, Arthur Angelo Syailendra, Seno Soemadji, dan Andy Kelana tetap aktif. Di sisi Dewan Komisaris, susunan tidak mengalami perubahan sama sekali. Angga Raka Prabowo tetap menjabat sebagai Komisaris Utama, didampingi tiga komisaris dan empat komisaris independen.
Perubahan susunan direksi ini terjadi di tengah tekanan transformasi digital yang terus melanda industri telekomunikasi nasional. Pergantian kepemimpinan pucuk menjadi penanda krusial dalam strategi perusahaan menghadapi era kecerdasan buatan dan modernisasi jaringan. Publik menantikan arah kebijakan baru dari manajemen Telkom pasca-rotasi ini.
Analisis Redaksi
Rotasi direksi yang cepat ini menandakan adanya penyesuaian strategis di level eksekutif tertinggi. Dian Siswarini yang baru menjabat sejak 2025 telah digantikan, menunjukkan dinamika tinggi dalam tata kelola perusahaan. Pilihan Nanang Hendarno dari posisi Direktur Network ke kursi Dirut mengindikasikan prioritas internal pada infrastruktur jaringan, fondasi utama dari layanan 5G dan data. Ini bukan sekadar pergantian orang, melainkan pergeseran fokus teknis ke operasional inti bisnis.
Pergantian berjenjang pada posisi Direktur Network dan IT Digital memperlihatkan bahwa Telkom sedang menyelaraskan sumber daya manusia dengan kompetensi spesialisasi yang lebih tajam. Penunjukan Budi dan Kharim ke posisi strategis menunjukkan komitmen pada efisiensi dan percepatan transformasi digital. Bagi investor dan pemegang saham, konsistensi di tingkat Komisaris Utama memberikan sinyal stabilisasi, sementara fleksibilitas di tingkat Direksi menunjukkan kelincahan perusahaan dalam merespons perubahan pasar.
