Tan Cheng Hoe Akui Kekompakan Sembilan Pemain JDT Jadi Kunci Malaysia di ASEAN Cup 2026
Ahli dalam liputan bulu tangkis dan berbagai event olahraga internasional.

Tan Cheng Hoe menegaskan bahwa kehadiran sembilan pemain Johor Darul Ta'zim (JDT) di skuad Harimau Malaya memberikan keuntungan signifikan berupa kekompakan dan pemahaman permainan yang mendalam di ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Komentar itu diungkapkan pelatih Malaysia tersebut seusai pertandingan melawan Timnas Indonesia pada Senin (28/9), di mana ia mengakui faktor kekeluargaan antar-pemain klub yang sama tersebut memberi keunggulan taktis bagi tim nasionalnya.
"Keuntungan dari pemain JDT yang bermain bersama karena kekompakan dan pemahaman mereka benar-benar memberi kami keunggulan. Tapi tentu saja, sepak bola harus dimainkan sebagai tim, bukan hanya pemain JDT saja. Saya fokus pada performa tim secara keseluruhan," kata Tan Cheng Hoe. Pemain JDT yang hadir dalam skuad timnas tersebut meliputi Syihan Hazmi, Brad Tapp, Corbin Ong, Syahmi Safari, Hong Wan, Stuart Wilkin, Arif Aiman, Manuel Hidalgo, dan Bergson da Silva.
Kehadiran sembilan pemain dari satu klub ini menempatkan Malaysia di posisi kedua dalam dominasi klub di turnamen kali ini. Di puncak daftar tersebut ada Singapura yang mengutus 11 pemain dari Lion City Sailors FC. Sebagai perbandingan, skuad [Timnas Indonesia](#) hanya memiliki maksimal lima pemain yang berasal dari satu klub, yakni Persija Jakarta. Hal ini menunjukkan kontras jelas dalam komposisi pemain yang datang dari lingkungan latihan yang sama di tingkat klub.
Dengan komposisi tersebut, Malaysia kini memimpin klasemen sementara Grup A dengan empat poin setelah bermain imbang 0-0 melawan Indonesia. Dion Cools dan rekan-rekannya unggul selisih gol +3 dibandingkan Indonesia yang +2. Penentuan nasib Malaysia akan terjadi pada laga pemungkas melawan Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Kamis (1/10). Jika menang dan menjaga keunggulan selisih gol, Harimau Malaya berhak melaju ke babak final.
"Kami harus melakukan perjalanan ke Bandung. Itu bukan alasan, tapi kadang dalam sepak bola Anda butuh pemulihan dan persiapan baik. Kami siap melawan Singapura," tegas Tan Cheng Hoe. Ia menyadari tantangan logistik dan kelelahan perjalanan, namun menegaskan kesiapan timnya untuk menghadapi laga penentu. Fokus penuh tertuju pada upaya menjaga momentum dan mengkonversi keunggulan statistik ini menjadi tiket final.
Analisis Redaksi
Keberadaan pemain dari satu klub yang masif memang sering menjadi pisau bermata dua dalam sepak bola internasional. Di satu sisi, kekompakan dan pemahaman taktis yang terbentuk di level klub bisa langsung diterapkan di tim nasional, seperti yang dirasakan Malaysia. Namun di sisi lain, ini bisa menimbulkan potensi friksi jika formasi taktis di level timnas tidak sepenuhnya selaras dengan skema klub asalnya. Bagi Malaysia, ini adalah modal besar untuk menggeser dominasi Singapura di tabel klasemen.
Langkah logis berikutnya adalah melihat bagaimana Singapura merespons dominasi klubnya sendiri. Dengan 11 pemain dari Lion City Sailors, Singapura memiliki keunggulan numerik dalam hal keakraban taktis. Laga di Bandung bakal menjadi ujian mental dan teknis bagi kedua tim yang sama-sama mengandalkan tulang punggung dari klub yang sama. Publik bisa memantau apakah "kekeluargaan" ini benar-benar bisa mengungguli kualitas teknis individual atau sekadar kebetulan jadwal. Persaingan Grup A ini menjadi salah satu yang paling unik dalam sejarah [FIFA ASEAN Cup](#) dengan dominasi pemain klub tertentu.

