Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Timnas Usai Imbang 10 Pemain, Tekan Jangan Remehkan Bangladesh

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Erick Thohir Apresiasi Perjuangan Timnas Usai Imbang 10 Pemain, Tekan Jangan Remehkan Bangladesh
BAGIKAN:

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai tekanan publik terhadap pelatih John Herdman sebagai konsekuensi wajar dalam dunia sepak bola, usai tim nasional Indonesia menahan imbang Malaysia dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026.

Di Stadion si Jalak Harupat, Selasa (29/9), Thohir menegaskan bahwa tidak ada pelatih di belahan dunia mana pun yang luput dari kritik. Ia mengibaratkan situasi tersebut seperti yang dialami juru taktik Thailand, Malaysia, dan Vietnam, yang juga kerap mendapat sorotan tajam dari publik masing-masing. "Memang sepak bola seperti itu, cukup kejam, tapi itulah konsekuensi," tegas mantan Presiden Inter Milan itu.

Kritik tersebut datang di tengah performa Garuda yang dinilai cukup heroik. Mereka mampu mengunci skor imbang meski harus bermain dengan hanya 10 pemain sejak menit ke-37. Thohir yang merangkap sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga ini meminta seluruh elemen untuk mengapresiasi kerja keras skuad. "Dengan pemain kurang satu, pemain-pemain kita harus kita apresiasi. Mereka terbang jauh, bertanding jauh, dan memberikan kekuatan semaksimal mungkin," ujarnya.

Fokus kini beralih ke laga terakhir Grup A yang akan menantang Bangladesh pada Kamis (1/10). Thohir mengingatkan agar tim tidak memandang remeh lawan, dengan merujuk hasil pertandingan di Grup B yang menunjukkan persaingan ketat. "Tadi Pakistan lawan Filipina saja 2-2. Padahal sebelumnya kita pikir hampir Filipina menahan Vietnam 1-1," jelasnya merujuk pada dinamika kompetitif di turnamen ini.

Menurutnya, peluang lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka lebar, namun jalur menuju sana tidak akan mudah. Ia menekankan perlunya semangat juang tinggi dari para pemain untuk menghadapi tantangan nanti. "Masih ada peluang [lolos ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026]. Dengan segala risiko, harus berjuang. Namanya berjuang ya seperti ini, ngos-ngosan, tidak mudah," tutupnya.

Analisis Redaksi

Merespons kritik dengan mengakui 'kekejaman' sepak bola merupakan langkah strategis bagi Erick Thohir untuk meredam friksi antara federasi dan suporter. Dengan membandingkan posisi Indonesia dengan negara-negara tetangga yang juga mendapat sorotan, ia menempatkan isu ini dalam konteks regional, bukan sebagai kegagalan individu Herdman semata. Pendekatan ini bertujuan menjaga moral tim di tengah tekanan tinggi menjelang laga penentuan.

Peringatan keras untuk tidak meremehkan Bangladesh didasarkan pada data kompetitif turnamen yang menunjukkan bahwa tim-tim kecil mampu mencuri poin atau hasil imbang. Fakta bahwa Indonesia bermain dengan 10 pemain namun tetap mampu menahan imbang Malaysia menunjukkan resiliensi, tetapi konsistensi performa wajib dipertahankan. Kelengahan sedikit saja bisa berakibat fatal mengingat skenario lolos yang rumit, di mana hasil dari laga Malaysia dan Singapura juga menjadi variabel pengaruhi langsung nasib timnas.

Meow! Tanya Nesi!
😸