Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

PNM dan BRINS Selamatkan Mata Pencarian 56 Perajin Tenun Sade Pasca Kebakaran Agustus

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

PNM dan BRINS Selamatkan Mata Pencarian 56 Perajin Tenun Sade Pasca Kebakaran Agustus
BAGIKAN:

Api yang melahap rumah dan fasilitas produksi warga Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Agustus lalu mengancam keberlangsungan tradisi tenun yang menopang ekonomi ratusan keluarga. Di tengah puing-puing hangus tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama BRI Insurance (BRINS) bergerak cepat dengan meluncurkan program Madani Tanggap. Mereka tidak hanya menyedikan santunan darurat, tetapi juga mengulurkan alat kerja vital bagi 56 nasabah binaan PNM Mekaar agar roda produksi kain khas Sade dapat berputar kembali.

Heppy Susanti, nasabah PNM Mekaar sejak lima tahun silam, merasakan getaran emosional saat tim PNM tiba dua hari setelah kebakaran terjadi. "Saya terharu saat PNM datang dua hari setelah kebakaran dan langsung kasih bantuan. Sekarang PNM datang kembali dengan bantuan yang lebih bermakna," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9). Bagi Heppy, kehilangan tempat tinggal memang menyakitkan, namun hilangnya alat kerja merupakan pukulan telak bagi dapur keluarganya. "Yang paling berat bukan hanya kehilangan tempat tinggal atau tempat berjualan. Kami kehilangan tempat untuk bekerja. Padahal dari menenun dan menjual kain inilah kebutuhan keluarga sehari-hari dipenuhi," paparnya.

Respons PNM terbagi menjadi dua fase utama. Pada tahap awal, mereka menyalurkan peralatan dapur dan pemenuhan kebutuhan dasar keluarga. Masuk ke fase pemulihan ekonomi, bantuan diubah menjadi instrumen produktivitas berupa alat tenun, mesin jahit industrial, dan gawangan. PNM juga menyertakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga dan anak-anak, memastikan pemulihan tidak hanya menyentuh dompet, tetapi juga kesehatan fisik keluarga yang terdampak. Di sisi perlindungan risiko, pembayaran klaim dari BRINS turut meringankan beban keuangan nasabah untuk menata ulang usaha.

Menurut Direktur Utama PNM, Kindaris, pemberian bantuan sekali saja tidak akan cukup untuk memulihkan ekosistem ekonomi Sade. "PNM berharap bantuan ini menjadi langkah awal agar ibu-ibu di Desa Adat Sade dapat kembali menjalankan usahanya. Ketika alat kerja kembali tersedia, harapan untuk menghidupkan kembali ekonomi keluarga juga ikut tumbuh. Dan dalam kesempatan ini kami menggandeng BRI Insurance untuk menyalakan harapan itu," tuturnya. PNM kini menyiapkan pendampingan lanjutan melalui klasterisasi usaha, pengembangan Ruang Pintar untuk pendidikan anak, serta perluasan akses pasar agar produk tenun Sade tidak hanya bersaing di lingkup lokal.

Desa Adat Sade selama ini dikenal sebagai magnet pariwisata karena arsitektur rumah tradisionalnya yang unik dan pusat kerajinan tenunnya. Kebakaran tersebut mengancam lanskap budaya sekaligus mata pencaharian warga yang telah menggantungkan hidup pada industri pariwisata dan kerajinan selama bertahun-tahun. Dengan hadirnya alat tenun dan mesin jahit industrial, harapan kini mulai menyala. "Alat tenun ini sangat berarti bagi kami. Mudah-mudahan setelah ini kami bisa mulai menenun lagi, punya penghasilan lagi, dan perlahan mengembalikan kehidupan seperti sebelumnya," tutup Heppy optimistis.

Analisis Redaksi

Langkah PNM menggandeng BRINS menunjukkan pergeseran paradigma penanganan bencana, dari sekadar charitas menjadi rekonstruksi ekonomi berbasis asuransi. Dengan melibatkan lembaga keuangan negara, risikonya adalah beban birokrasi klaim yang dapat menghangatkan harapan warga. Namun, integrasi alat kerja seperti mesin jahit industrial, yang jauh melampaui kebutuhan dasar, menandakan investasi jangka panjang pada kapasitas produksi perajin.

Keberhasilan pemulihan ini sangat bergantung pada keberlanjutan pasar. Menyediakan alat tanpa menjamin serapan produk dapat menciptakan stagnasi baru. Perlu diwaspadai potensi ketergantungan perajin pada bantuan berulang jika akses pasar yang dijanjikan PNM tidak segera terealisasi secara konkret di tingkat nasional maupun ekspor. Keberhasilan program ini terletak pada bagaimana 'Ruang Pintar' dan klasterisasi mampu mendongkrak nilai tambah kain Sade di mata konsumen yang lebih luas.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ