Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Gus Mus, JK, hingga Istri Gus Dur Masuk Jajaran 33 Mustasyar PBNU 2026-2031

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Gus Mus, JK, hingga Istri Gus Dur Masuk Jajaran 33 Mustasyar PBNU 2026-2031
BAGIKAN:

Secara resmi, 33 tokoh nasional dan intelektual papan atas ditetapkan sebagai Mustasyar PBNU masa khidmah 2026-2031, sebuah komposisi yang menonjolkan kehadiran Ahmad Mustofa Bisri, Jusuf Kalla, Ma’ruf Amin, serta Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid, istri Presiden ke-4 RI Gus Dur. Pengumuman struktur lengkap ini dibacakan langsung oleh Katib Aam M. Nuh, didampingi Ketua Umum KH. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, dan Rais Aam KH Miftachul Achyar, menandai finalisasi hasil Muktamar ke-35 yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Dalam daftar panjang tersebut, selain nama-nama yang sudah disebutkan, turut hadir Said Aqil Siroj, Irfan Yusuf, A.S Hikam, dan Moh. Mahfud MD. Kehadiran figur-figur dari spektrum politik, hukum, dan akademik menunjukkan bahwa posisi Mustasyar tidak lagi sekadar formalitas honoris causa, melainkan wadah konsultasi strategis yang diisi oleh aktor-aktor dengan pengaruh nyata dalam tata kelola negara dan masyarakat.

Pengumuman final dilakukan pada Rabu (30/9) malam, ketika PBNU merilis total 210 orang yang mengisi kepengurusan periode 2026-2031. Angka ini tercatat mengalami penambahan 21 orang dibandingkan kepengurusan periode sebelumnya yang berjumlah 189 orang. Perluasan jumlah pengurus ini mengindikasikan upaya organisasi untuk memperluas basis legitimasi dan jaringan sosialnya menjelang tantangan dekadade 2020-an.

Ketua Umum Gus Kikin menjelaskan bahwa penambahan jumlah pengurus ini bukan tanpa alasan. Struktur yang lebih besar ini diharapkan mampu menjangkau basis massa NU yang semakin tersebar secara geografis dan demografis, memastikan bahwa arahan dari Muktamar ke-35 dapat diimplementasikan secara merata di berbagai tingkatan cabang dan ranting di seluruh Indonesia.

Posisi Mustasyar menjadi sorotan khusus karena diisi oleh para tokoh yang telah pensiun atau non-aktif dari panggung eksekutif pusat, namun tetap memiliki pengaruh publik yang signifikan. Kombinasi antara ulama karismatik seperti Gus Mus dengan mantan wakil presiden dan pakar hukum tata negara menciptakan dinamika unik di mana aspirasi kultural dan politik NU dapat bersinergi dalam menghadapi isu-isu nasional yang kompleks.

Analisis Redaksi

Perluasan jajaran Mustasyar menjadi 33 nama, ditambah total pengurus yang naik menjadi 210 orang, menandakan pergeseran strategis PBNU dalam penguatan legitimasi sosial. Dengan melibatkan figur seperti Jusuf Kalla dan Ma’ruf Amin, PBNU sedang mengirimkan sinyal jelas bahwa organisasi ini tidak hanya bermain di alam sosial-keagamaan, tetapi juga menggarap ruang wacana politik nasional yang lebih luas. Ini adalah manuver untuk tetap relevan dalam percakapan publik yang semakin fragmentasi.

Aspek yang perlu diwaspadai adalah potensi overload birokrasi internal. Penambahan 21 orang ke dalam struktur inti menuntut sistem koordinasi yang jauh lebih rumit dibandingkan periode sebelumnya. Jika mekanisme rapat dan pengambilan keputusan tidak dirombak secara efisien, risiko stagnasi birokratis justru bisa menghambat respons organisasi terhadap dinamika zaman. Keberhasilan periode 2026-2031 akan sangat bergantung pada bagaimana Gus Kikin mengelola energi besar dari 33 Mustasyar tersebut agar menjadi penggerak, bukan beban administratif.

Secara prospektif, langkah ini membuka ruang dialog yang lebih lebar antara NU dan elemen bangsa lainnya. Namun, tantangan terbesarnya adalah menjaga konsensus ideologis di tengah majemuknya latar belakang figur yang duduk di kursi Mustasyar. Apakah mereka akan berfungsi sebagai penasihat yang solid dalam satu visi bersama, atau justru terfragmentasi menjadi kelompok-kelompok kepentingan parsial, akan menjadi penentu daya tawar organisasi di tahun-tahun mendatang.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸