Zulkifli Anwar Wanti-wanti Ombudsman Jaga Diri dari Santet Usai Sidak Lapas

Berita Nasional
Budi SantosoBudi Santoso
Sumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Zulkifli Anwar Wanti-wanti Ombudsman Jaga Diri dari Santet Usai Sidak Lapas
BAGIKAN:

Anggota Komisi II DPR RI, Zulkifli Anwar, memberikan peringatan keras kepada para komisioner Ombudsman untuk menjaga diri dari ancaman supranatural atau santet, menyusul viralnya inspeksi mendadak (sidak) yang mereka lakukan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada 23 September lalu.

Zulkifli, yang juga politikus Partai Demokrat, menyatakan peringatan ini merupakan bentuk kepedulian personal di tengah dinamika politik yang memanas. Dalam rapat dengan Ombudsman pada Selasa (29/9), ia menekankan bahwa meski mendapat banyak dukungan, kerja-kerja Ombudsman juga memicu ketidakpuasan dari berbagai pihak. "Karena apa yang dilakukan kemarin, banyak yang mendukung tapi banyak pula yang tidak menerima atau tidak puas," ujarnya saat menggaungkan pesan hati-hati tersebut.

Ia tidak berlama-lama memperpanjang diskusi tentang isu mistis ini. Zulkifli secara lugas meminta para komisioner untuk waspada secara individu. "Jadi secara pribadi, tidak banyak lebar saya sampaikan, jaga diri kalian masing-masing. Jangan kalian kena santet," imbuhnya. Pernyataan ini muncul di saat Ombudsman sedang mempertanggungjawabkan hasil sidak mereka kepada Komisi II DPR.

Ombudsman memanfaatkan forum rapat tersebut untuk memaparkan temuan konkret dari serangkaian inspeksi mendadak di beberapa lembaga pemasyarakatan. Laporan utama mereka berfokus pada praktik pungutan liar (pungli) yang masif di lapas dan rumah tahanan negara (rutan). Besaran pungli ditemukan bervariasi di setiap institusi, namun modus operandinya serupa: napiter dipaksa membayar untuk mendapatkan fasilitas tertentu yang seharusnya menjadi hak mereka secara umum.

Temuan soal pungli ini menjadi inti dari ketegangan yang disinggung Zulkifli. Ketika institusi negara seperti Ombudsman menggali dalam-dalam akar masalah korupsi birokrasi di balik tembok penjara, dampak politiknya langsung terasa. Di satu sisi, publik menyambut baik transparansi ini; di sisi lain, kepentingan-kepentingan gelap yang selama ini terjaga nyaman kini terancam. Inilah yang membuat Zulkifli merasa perlu menyampaikan pengingat ekstra, bahkan di luar ranah hukum formal, yakni melalui lensa kepercayaan lokal.

Analisis Redaksi

Pernyataan Zulkifli Anwar bukan sekadar candaan politik yang ringan, melainkan indikator betapa dalamnya konflik kepentingan yang dihadapi lembaga pengawas negara. Kehadiran ancaman "santet" dalam dialog legislatif menunjukkan bahwa penolakan terhadap akuntabilitas publik sering kali melampaui sekadar oposisi politik formal, menembus batas hingga ke ranah ancaman personal dan supranatural. Ini mengindikasikan bahwa tekanan psikologis dan fisik terhadap penyelidik independen menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem praktik pungli di lapas.

Dari sisi jurnalistik, fokus utama berita ini tetap harus pada substansi temuan Ombudsman, bukan pada aspek mistis yang disinggung. Data mengenai praktik pungli di lembaga pemasyarakatan adalah fakta yang dapat diverifikasi dan berdampak langsung pada hak asasi manusia napi. Peringatan sang anggota DPR sebaiknya diposisikan sebagai latar belakang yang menggambarkan resistensi kuat terhadap perbaikan sistem. Tanpa mengatasi akar resistensi ini, langkah-langkah hukum akan terus terhadang oleh kekuatan-kekuatan informal yang menjaga status quo.

Meow! Tanya Nesi!
😸