WTA Resmikan Duet Janice Tjen dan Venus Williams di Guangzhou Open 2026, Tantangan Peringkat Jomplong
Mantan jurnalis olahraga yang kini berfokus pada analisis taktik sepak bola lokal maupun Eropa.

Federasi Tenis Dunia atau WTA secara resmi mengonfirmasi, Selasa (29/9), bahwa petenis muda Indonesia Janice Tjen akan berduet dengan legenda Amerika Serikat Venus Williams dalam kejuaraan Guangzhou Open 2026. Keputusan strategis ini langsung memantik perhatian komunitas tenis global mengingat kombinasi tersebut adalah debut mereka sebagai pasangan ganda.
WTA menegaskan kepastian duet ini tidak bisa dilewatkan begitu saja, terutama karena sudah lama Venus absen tampil di kawasan Asia. Petenis kawakan tersebut terakhir kali memamerkan kemampuan di turnamen WTA Asia pada 2019. Setelah itu, jejak rekamnya hanya di Eropa, Amerika, dan Australia.
Secara statistik peringkat, terdapat jurang yang cukup signifikan antara kedua pemain. Saat ini, Venus berada di posisi ke-211 dunia, sebuah peringkat yang jauh di bawah Janice yang berhasil menembus 50 besar dunia. Meskipun demikian, bermain dengan petenis yang pernah meraih tujuh gelar grand slam ini dianggap sebagai pengalaman tak ternilai bagi karier Janice.
Venus, yang kini berusia 26 tahun, memang sedang berusaha mengembalikan tajinya. Sepanjang 2026, ia tampil di sejumlah kejuaraan tetapi lebih sering terhenti di babak pertama. Kekuatan ganda Janice pun menjadi kunci. Janice adalah juara bertahan Guangzhou Open setelah meraih gelar WTA 250 bersama Katarzyna Piter pada 2025.
Janice juga baru saja menambah koleksi gelarnya lewat kemenangan di Hobart International 2026. Kematangannya di nomor ganda dan potensi mudanya diharapkan mampu melengkapi pengalaman tinggi yang dimiliki Venus. Turnamen ini dijadwalkan dimulai pada 26 Oktober dan final tunggal berakhir 1 November, tepat di minggu terakhir menjelang WTA Finals.
Analisis Redaksi
Keputusan WTA memasangkan dua petenis dengan selisih peringkat dan usia yang signifikan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah kalkulasi yang berisiko tinggi namun penuh peluang. Mengingat Venus Williams sudah cukup lama (sejak 2019) tidak tampil di Asia, duet dengan Janice yang memegang status juara bertahan turnamen menjadi satu-satunya jalan logis bagi mantan peraih tujuh gelar grand slam itu untuk membuktikan bahwa ia masih relevan di level kejuaraan tertinggi.
Yang perlu diwaspadai dari formasi ini adalah dinamika lapangan yang belum teruji. Meskipun Janice Tjen terbukti memiliki keterampilan ganda yang matang berkat gelar 2025 dan 2026, ia belum pernah menghadapi tekanan atmosfer sebagai tandem dari seorang legenda sekelas Venus. Jika gagal mengunci chemistry di awal, mereka berisiko menjadi target empuk bagi pasangan-pasangan lain yang lebih harmonis di babak awal.
Secara logis, langkah selanjutnya bagi duet ini adalah memaksimalkan momen di Guangzhou. Mengingat kalender WTA 2026 mendekati puncak musim lewat WTA Finals, satu tiket dari Guangzhou Open akan menjadi tiket gerbang menuju akhir musim. Keberhasilan mereka bukan hanya soal gelar, melainkan tentang bagaimana pengalaman tinggi Venus bisa mempercepat kematangan taktikal Janice di panggung global.


