Tawa Lepas Xi Jinping Saat Trump Menyindir Autopen Biden Curi Perhatian Publik di Gedung Putih
Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Presiden Tiongkok Xi Jinping tampil tidak biasa saat menerima kunjungan kenegaraan di Gedung Putih, Kamis (25/9), dengan tertawa lepas merespons gurauan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal mantan presiden Joe Biden.
Momen langka ini terekam jelas dalam video yang dirilis oleh kantor kepresidenan AS melalui media sosialnya. Tawa tulus itu kontras dengan citra pemimpin Tiongkok yang selama ini selalu tampil tenang, bahkan dingin, di hadapan kamera publik.
Presiden Trump menunjukkan sebuah plakat autopen atau tanda tangan otomatis, yang biasa digunakan ketika kepala negara tidak hadir untuk menandatangani dokumen resmi. Ketika Trump menunjuk gambar tersebut, ia berkata, "Ini adalah autopen ... ini Biden." Suara tawa Xi Jinping terdengar jelas, dan beberapa anggota delegasi China ikut terkekeh.
Sebagian besar narasi tambahan Trump tidak terdengar jelas dalam rekaman tersebut. Namun, dari konteksnya, Trump tampak menggunakan bahan kritik favoritnya terhadap para pemimpin terdahulu, dengan menyerang penggunaan tanda tangan otomatis oleh Biden yang sudah lama menjadi bahan sindiran publik.
Kondisi ini menjadi sorotan besar karena menunjukkan dimensi baru dalam interaksi antar pemimpin. Setelah tertawa, Trump menepuk bahu Xi dengan ringan, melanjutkan lawatan dengan suasana yang lebih cair. Di sisi lain, Xi Jinping juga tertawa lagi saat Trump berdiri di depan foto pertemuan mereka di Beijing bulan lalu. Trump menunjuk foto tersebut dan berkata, "Siapa itu? Saya tidak mengenalinya." Xi Jinping menoleh ke stafnya dan tertawa singkat, memamerkan sisi yang jauh lebih santai dari biasanya.
Sekitar beberapa minggu terakhir, suasana antara Beijing dan Washington sebenarnya tidak begitu kondusif. Kedua negara tengah menghadapi berbagai tegangan dalam perdagangan semikonduktor dan logam tanah jarang.
Kondisi geopolitik ini menjadi lebih rumit mengingat sejarah pertemuan terakhir Xi Jinping dan Biden di San Francisco pada November 2023. Waktu itu adalah pertemuan multilateral terakhir mereka di sela KTT APEC, sebelum Trump secara tegas mengkritik kinerja Biden.
Analisis Redaksi
Interaksi santai ini mencerminkan strategi diplomasi baru di mana kedua pemimpin tengah mencari titik kesepakatan setelah bertahun-tahun dalam kondisi tegang. Tawa Xi Jinping tidak bisa dibaca sebagai kelemahan, melainkan sebuah gestur untuk membangun kepercayaan. Ini adalah sinyal bahwa ada ruang bernegosiasi dan kedua negara ingin meredakan ketegangan.
Kedua sisi sama-sama menggunakan momentum untuk mengkritik kinerja Biden. Bagi kedua negara, penggunaan bahasa informal ini adalah cara untuk menghindari retorika resmi yang kaku. Namun, kritik Trump soal autopen merupakan cerminan dari tuduhan lama bahwa Biden kurang tegas dalam menangani kebijakan luar negeri.
Yang perlu diwaspadai adalah perbedaan antara gestur publik dan kebijakan nyata di balik meja negosiasi. Jika kedua negara memang serius meredakan tensi di bidang teknologi, kita bisa berharap untuk melihat langkah-langkah konkret dalam hal pengendalian ekspor atau perjanjian perdagangan baru.


