Pattinson Akui Bruce Wayne Versi Reeves Sulit Ditarik ke Semesta DCU James Gunn
Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Robert Pattinson secara terbuka menyatakan bahwa perwujudan Bruce Wayne-nya di bawah arahan sutradara Matt Reeves merupakan entitas yang berdiri sendiri dan sulit diintegrasikan dengan pahlawan super lain di dalam DC Universe (DCU) yang dipimpin James Gunn, termasuk versi Superman yang diperankan David Corenswet.
Bintang film Primetime ini menjelaskan bahwa pendekatan naratif The Batman sangat spesifik karena berfokus pada genre crime noir psikologis yang kelam dan realistis. Menurutnya, intensitas nada cerita tersebut membuat karakter Bruce Wayne yang ia lakoni tidak akan pas jika dipaksakan berinteraksi di luar ekosistem Gotham versi Reeves. "Saya pikir akan agak sulit membawa versi Bruce ini ke luar dari dunianya," ujar Pattinson kepada LADbible, seperti yang diberitakan The Hollywood Reporter pada Minggu (27/9).
Proses syuting yang pekat dengan suasana gelap, baik dari segi pencahayaan maupun latar emosional, ternyata memengaruhi kondisi psikologis aktor tersebut bahkan setelah produksi selesai. Pattinson mengakui bahwa durasi syuting yang panjang dan gaya visual yang menyerap menyebabkan suasana cerita meresap ke dalam dirinya. "Saya hampir tidak bisa melihat apa pun selama berbulan-bulan, dan itu benar-benar memengaruhi Anda," lanjutnya, mengingatkan betapa sulitnya keluar dari karakter tersebut setelah terakhir kali mengerjakannya.
Karakter Bruce Wayne dalam film The Batman yang rilis pada 2022 memang digambarkan di tahun-tahun awalnya sebagai detektif yang membongkar skandal korupsi terselubung di Gotham pasca kemunculan pembunuh berantai. Saat ini, Pattinson tengah menjalani proses syuting sekuelnya, The Batman Part II, yang dijadwalkan tayang 18 Februari 2028 di bioskop. Sementara itu, proyek terbaru DCU James Gunn yang akan tayang adalah horor thriller Clayface pada 23 Oktober, diikuti Man of Tomorrow yang menjadi sekuel Superman pada 2027.
Keputusan naratif untuk menjaga integritas dunia The Batman semakin tegas ketika aktor ini membocorkan bahwa sekuel mendatang mengambil alur yang cukup mengejutkan. "Film pertama merupakan pendekatan yang berbeda untuk sebuah film Batman, dan yang satu ini juga sama. Ini benar-benar berbelok tajam dari yang pertama, tetapi entah bagaimana tetap mempertahankan elemen rasa dari film sebelumnya," tutur Pattinson saat berbicara kepada Collider. Ia mengaku sangat bersemangat melihat hasil akhir dari proyek sekuel yang ia sebut sangat ambisius tersebut.
Analisis Redaksi
Pernyataan Pattinson mengindikasikan adanya dinding tebal antara dua fraksi utama DC saat ini. Di satu sisi, The Batman dan sekuelnya beroperasi dalam logika noir yang personal dan terisolasi di Gotham; di sisi lain, DCU James Gunn bergerak dengan logika ensambel pahlawan super yang saling terhubung. Strategi ini kemungkinan besar adalah keputusan editorial yang disengaja untuk menjaga identitas unik dari masing-masing properti tanpa mengorbankan koherensi naratif mereka.
Beralihnya The Batman Part II menjadi plot twist yang tajam dari pendahulunya, seperti diungkapkan aktor tersebut, menunjukkan bahwa Reeves dan Pattinson tetap memegang kendali penuh atas arah cerita di alam semesta mereka sendiri. Dengan jadwal rilis Clayface dan Man of Tomorrow yang sudah menunggu, penonton harus siap dengan realitas bahwa Bruce Wayne Pattinson mungkin akan terus menjadi entitas yang terfragmentasi dari kisah-kisah DC Universe lainnya, kecuali ada interseksi sinematik yang sangat spesifik di masa depan.


