Mojtaba Terjebak Reruntuhan Rumah Sakit Saat Kena Bom AS-Israel, Detik-Detik Penyelamatannya Terungkap

Dunia
Siti RahmawatiSiti Rahmawati
Sumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Mojtaba Terjebak Reruntuhan Rumah Sakit Saat Kena Bom AS-Israel, Detik-Detik Penyelamatannya Terungkap
BAGIKAN:

Detik-detik penyelamatan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dari jebolan bom AS-Israel terungkap. Ia berhasil ditarik keluar dari reruntuhan rumah sakit di Teheran setelah fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan. Fakta ini disampaikan oleh Mohsen Heydari, anggota Majelis Pakar Iran, dalam wawancara dengan televisi Al Arabiya, Qatar, pada Kamis (24/9). Pernyataan tersebut kini menjadi sorotan media global termasuk New York Times dan Gulf News.

Penyelamatan yang dramatis terjadi di tengah chaos. Heydari menjelaskan bahwa Mojtaba terluka dalam serangan itu dan sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, nasib sial menimpa ketika tiga fasilitas medis di Teheran, termasuk tempat ia dirawat, ikut dibom. "Bahkan setelah dia terluka dan dibawa ke rumah sakit, tiga rumah sakit di Teheran dibom," kata Heydari, dikutip New York Post. Ia menambahkan bahwa Mojtaba akhirnya harus dievakuasi dari puing-puing rumah sakit yang ketiga.

Sejak insiden itu, pemimpin berusia 56 tahun ini tidak pernah muncul di depan umum. Lokasi persembunyian pun dirahasiakan, membuat kondisinya menjadi bahan spekulasi. Ketidakhadirannya yang terus-menerus ini semakin memperkuat narasi di kalangan pengamat internasional. Bahkan, penilaian intelijen AS yang beredar menyebut bahwa ia menderita cedera wajah parah.

Proses pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi pada 8 Maret juga diwarnai kekacauan. Sekretariat Majelis Pakar di Qom sempat dibom, menewaskan delapan orang dan menghancurkan dokumen penting. Para anggota majelis dilaporkan mencatat suara di kertas untuk keamanan. Heydari mengaku menjadi anggota pertama yang mengusulkan nama Mojtaba. Hasilnya, ia meraih 50 dari 59 suara, sementara Ayatollah Alireza Arafi dapat 8 suara, dan 1 anggota abstain.

Konon, Mojtaba sendiri tidak tahu terpilih hingga pengumuman resmi di televisi pemerintah. Heydari mengibaratkannya sebagai "sosok yang berada di balik bayangan" karena sebelumnya ia memang tidak memegang jabatan politik formal, hanya pernah menjadi penasihat ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. Kekhawatiran publik dan dunia internasional terus memuncak mengenai legitimasi dan kapasitas kepemimpinan baru ini di tengah ancaman militer.

Analisis Redaksi

Transparansi rendah dalam proses pergantian kepemimpinan Iran memicu ketidakpastian strategis. Ketergantungan pada informasi sepihak dari anggota majelis dan ketiadaan penampakan publik menunjukkan adanya protokol keamanan yang ketat, atau mungkin saja, kondisi fisik Mojtaba yang tidak memungkinkan ia tampil publik. Ini menjadi kerentanan besar bagi stabilitas internal Iran saat ini.

Keberhasilan bom menghancurkan sekretariat majelis sekaligus melukai pemimpin baru menunjukkan akurasi intelijen AS-Israel yang sangat tinggi. Langkah selanjutnya secara logis akan lebih terfokus pada target spesifik dalam pemerintahan Iran. Dunia internasional harus mewaspadai reaksi balasan yang tidak terduga mengingat sentimen nasionalisme dan amarah yang tengah membara di dalam negeri akibat serangan tersebut.

Meow! Tanya Nesi!
😸