Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Diprediksi Terus Turun: Tekanan Koreksi Ujikan Level 6.088-6.111

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG Diprediksi Terus Turun: Tekanan Koreksi Ujikan Level 6.088-6.111
BAGIKAN:

Pasar modal nasional kembali memasuki fase koreksi dalam. Analis dari MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko melanjutkan penurunan pada perdagangan Selasa, 29 September, setelah gagal bertahan di atas level psikologis penting. Indeks yang berakhir di 6.147 poin pada Senin (28/9) tersebut diproyeksikan akan menguji area support lebih dalam jika tekanan jual tidak teredam.

Menurut Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, tren penurunan jangka pendek belum berakhir. Ia mengidentifikasi bahwa pola gelombang correction masih membentuk bagian wave a dari wave (x) dengan label hitam. "Kami memperkirakan downtrend IHSG masih membentuk bagian wave a dari wave (x) pada label hitam, sehingga indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 6.088-6.111," ujar Herditya dalam riset hariannya. Untuk menghadapi volatilitas ini, ia menyoroti empat saham yang layak diwaspadai: AADI, BRPT, PSAB, dan PTRO.

Proyeksi senada datang dari Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas. Ia mencatat bahwa kegagalan IHSG menjaga level resistance telah mengonfirmasi sinyal negatif. Penembusan di bawah 6.159 pada perdagangan kemarin membuka peluang turun ke area 6.015-6.029. "Probabilitas skenario biru akan meningkat apabila tekanan jual membawa IHSG turun di bawah 6.015," tegas Ivan. Ia merekomendasikan untuk mengamati pergerakan saham BMRI, INCO, INDF, dan PGEO sebagai potensi rebound jika indeks menyentuh dasar koreksi.

Data perdagangan kemarin menunjukkan dominasi pelemahan di pasar. Dari total transaksi, hanya 180 saham yang menguat, sementara 532 saham terkoreksi tajam dan 81 saham stagnan. Meski demikian, likuiditas pasar tetap terjaga dengan nilai transaksi mencapai Rp12,56 triliun dan volume perdagangan 37,24 miliar saham, mengutip data RTI Infokom. Angka ini mengindikasikan bahwa pergerakan bukan dipicu oleh kepanikan besar-besaran, melainkan akumulasi profit taking yang konsisten.

Ivan Rosanova memetakan peta jalan harga hari ini dengan lebih granular. Ia memproyeksikan support berjenjang di 6.015, 5.850, dan 5.607, sementara resistance berada di 6.258, 6.423, 6.552, dan 6.712. Ketiganya menjadi tolok ukur bagi investor untuk menentukan strategi entri atau exit di tengah ketidakpastian arah pasar global yang masih membayangi.

Analisis Redaksi

Tekanan koreksi yang diprediksi dua analis besar ini bukan sekadar fluktuasi harian, melainkan sinyal bahwa indeks sedang mencari basis baru di bawah 6.150. Konsensus antara MNC Sekuritas dan Binaartha Sekuritas mengenai target downside menunjukkan bahwa sentiment pasar sedang dalam fase defensif. Bagi investor ritel, menjaga disiplin stop-loss dan menghindari kejaran harga di resistance yang lemah adalah kunci utama agar tidak terjebak dalam trap teknikal.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi reaksi overbought di sektor perbankan dan komoditas jika indeks mampu bertahan di atas 6.015. Jika level ini jebol, tekanan jual bisa berakselerasi menuju 5.850. Sebaliknya, jika IHSG berhasil rebound dari 6.015, itu bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren jangka pendek. Investor disarankan untuk memantau aksi korporasi dan data fundamental emiten, bukan sekadar sinyal teknikal semata.

Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Pasar saat ini menghargai kesabaran dan kedisiplinan portofolio. Jangan biarkan emosi mendikte arah perdagangan di tengah volatilitas yang tinggi. Diversifikasi dan manajemen risiko tetap menjadi mantra wajib di situasi pasar yang risk-off ini.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ