Erick Thohir: Badminton Lampaui Target, Indonesia Tinggalkan Sisa Emas Terakhir

Olahraga
Eka SaputraEka Saputra
Sumber: CNN Olahraga
Eka Saputra
Eka Saputra
Pakar MotoGP & Basket

Selalu terdepan dalam menyajikan berita balap motor dan olahraga bola basket.

Erick Thohir: Badminton Lampaui Target, Indonesia Tinggalkan Sisa Emas Terakhir
BAGIKAN:

Langkah badminton Indonesia melampaui target pemerintah di Asian Games 2026 resmi tercapai setelah Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin menyumbangkan emas kedua. Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan hal tersebut dalam konferensi pers pada Selasa, 29 September, dengan nada tegas bahwa prestasi ini telah melewati ambisi awal yang hanya satu keping emas.

Suara apresiasi langsung terlontar dari Erick. "Saya memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada tim bulu tangkis Indonesia. Target kami adalah satu emas, tetapi hari ini cabor bulu tangkis sudah mampu mempersembahkan dua emas," katanya. Ia menyebut pencapaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari komitmen mendalam yang dibangun bersama oleh para atlet, pelatih, ofisial, dan pengurus federasi yang mempersiapkan kontingen secara serius.

Fokus kini beralih pada ambisi keseluruhan kontingen. Erick, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, menyatakan bahwa pintu menuju target total empat medali emas semakin terbuka lebar. "Tinggal satu emas lagi dari target yang sudah kami tetapkan. Jadikan pencapaian emas ini [Leo/Daniel] sebagai pemacu semangat atlet-atlet kita yang masih berjuang untuk mendapatkan emas berikutnya," tegasnya, memberikan instruksi moral bagi seluruh cabang olahraga yang masih bertanding.

Di sisi lain, Erick turut menyoroti performa cabang olahraga angkat besi yang dinilai telah memenuhi target dengan satu medali emas. Namun, ada catatan pedih di balik keberhasilan itu. Atlet andalan, Rizki Juniansyah, terpaksa batal tampil karena kendala teknis yang tidak mampu dihindari, sebuah kejutan yang menyisakan rasa sayang meski target dasar terpenuhi.

Erick menegaskan bahwa perburuan medali belum berhenti. Kemenpora akan mengawal perjuangan hingga pertandingan terakhir, menunggu prestasi dari cabang olahraga lain yang dinilai menjanjikan emas. Setiap cabang kini didorong untuk menjaga komitmen demi target yang sudah disepakati bersama, memastikan bahwa euforia kemenangan bulu tangkis tidak meredupkan semangat atlet lainnya.

Analisis Redaksi

Pengakuan resmi Menteri Erick Thohir menandai pergeseran narasi besar di Asian Games 2026. Bukan lagi soal sekadar mengejar target minimum, tetapi memvalidasi bahwa investasi jangka panjang pada cabang olahraga unggulan seperti badminton mulai memberikan dividen berupa surplus prestasi. Hal ini menunjukkan efektivitas sinergi antara federasi dan pemerintah dalam pengelolaan program pembinaan atlet yang terukur.

Keberhasilan ini menciptakan tekanan positif pada cabang olahraga lain. Dengan hanya satu emas tersisa dari target empat emas, sorotan publik dan pengawas akan meningkat signifikan terhadap performa cabang seperti angkat besi atau lainnya. Jika target akhir tidak tercapai, kegagalan akan lebih terasa karena standar ekspektasi telah dinaikkan oleh keberhasilan ganda sektor putra badminton.

Meow! Tanya Nesi!
😸