Dua Personel Damkar Pangkep Tewas, Mobil Terbalik saat Menuju Lokasi Kebakaran Lahan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Satu armada pemadam kebakaran milik Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menabrak dan terbalik di tengah jalan, mengakibatkan dua personelnya tewas. Kecelakaan tunggal ini terjadi Selasa (29/9) sekitar pukul 14.40 WITA saat kendaraan tersebut sedang dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran lahan. Mobil yang mengangkut tujuh personel itu mengalami oleng setelah sopir melakukan manuver mendadak untuk menghindari kendaraan lain di depannya. Insiden tragis ini mengubah rutinitas penanganan darurat menjadi duka bagi keluarga para korban.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Pangkep, Ipda Usman, mengonfirmasi jumlah korban dan kronologi kejadian. "Iya benar, ada 7 personel dalam mobil damkar. Dua orang meninggal dunia. Ini kecelakaan tunggal," ujar Usman kepada wartawan. Ia menjelaskan bahwa mobil pemadam bergerak dari arah Makassar menuju Barru di lajur kanan. Saat melintas di Kampung Tujung Batu, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Labakkang, sopir melihat ada mobil di depannya sehingga berusaha menghindari ke kiri, lalu banting ke kanan secara tiba-tiba.
Manuver darurat tersebut menyebabkan pengemudi kehilangan kendali penuh atas kendaraan. "Pengemudi tidak bisa menguasai kendaraannya, lalu oleng lalu terbalik sendiri," lanjut Usman. Tidak ada unsur tabrakan dengan kendaraan lain yang menyebabkan kemalangan ini, melainkan murni kegagalan kontrol saat menghindar. Seluruh tujuh penumpang mobil pemadam tersebut langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan darurat.
Kecelakaan ini berakar dari informasi adanya kebakaran lahan yang diterima oleh Dinas Damkar. Personel bergerak cepat menggunakan armada taktis standar yang biasa digunakan untuk respons pertama. Ironisnya, perjalanan menuju tugas mulia ini justru berujung pada insiden fatal. Area kejadian, Kampung Tujung Batu, dikenal sebagai jalur lintasan dengan lalu lintas yang cukup padat, menambah kompleksitas situasi bagi kendaraan berat seperti mobil damkar.
Dua nyawa personel pemadam terbakar dalam tugas, meninggalkan duka mendalam bagi institusi dan keluarga. Sisanya, lima personel lainnya, menerima penanganan medis di rumah sakit. Peristiwa ini menyita perhatian publik sebagai pengingat akan risiko keselamatan kerja di sektor tanggap darurat. Respons cepat memang vital, namun prosedur keselamatan di jalan raya tidak boleh diabaikan demi menyelamatkan korban kebakaran.
Analisis Redaksi
Akibat fatalnya kecelakaan tunggal ini menyoroti potensi celah dalam protokol keselamatan armada tanggap darurat. Manuver mendadak untuk menghindari kendaraan di depan, meski niatnya baik, menunjukkan urgensi menjaga jarak aman dan kecepatan wajar saat mobil pemadam dalam perjalanan dinas. Kehilangan kendali yang dijelaskan petugas polisi mengindikasikan beban muatan dan dimensi kendaraan damkar menuntut fokus pengemudi ekstra tinggi, terutama di jalur terbuka dengan lalu lintas campuran.
Peristiwa ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) berkendara untuk armada layanan publik di Sulawesi Selatan. Apakah ada batas kecepatan yang dilampaui? Bagaimana kondisi jalan di Kampung Tujung Batu yang memungkinkan hilangnya kendali? Langkah logis selanjutnya adalah audit menyeluruh oleh Dinas Damkar dan Dinas Perhubungan setempat, bukan hanya menyalahkan individu, melainkan menguji efektivitas pengawasan dan pelatihan pengemudi. Publik berhak atas jaminan bahwa pahlawan kebakaran yang mengirim untuk menyelamatkan orang lain, juga dilengkapi dengan jaminan keselamatan diri mereka di jalan raya.


