Bebe Rexha Cerita Taylor Swift Hubungi Pribadi Saat Ia Bingung Cari Gaun Grammy 2019

Selebriti
Ayu LestariAyu Lestari
Sumber: CNN Selebriti
Ayu Lestari
Ayu Lestari
Wartawan Selebriti

Selalu update dengan kabar terbaru dari dunia artis dan infotainment tanah air.

Bebe Rexha Cerita Taylor Swift Hubungi Pribadi Saat Ia Bingung Cari Gaun Grammy 2019
BAGIKAN:

Bebe Rexha akhirnya mengungkap sisi hangat dari industri musik yang kerap dinilai kejam, setelah bercerita bahwa Taylor Swift secara pribadi menyapa dan membantunya menemukan gaun saat ia putus asa menghadapi Grammy Awards 2019. Penyanyi ini menyebut bahwa perhatian sosok selevel Swift memberinya rasa diterima di tengah tekanan tubuh yang mengancam karirnya.

"Saya ingat saat menghadapi situasi terkait Grammy itu, ketika saya tidak bisa menemukan gaun, dia menghubungi saya karena kami seusia," kata Bebe Rexha seperti diberitakan E! dan Page Six pada Senin (28/9). Baginya, inisiatif Swift yang dianggap "sangat baik hati" menjadi penanda bahwa di puncak industri, masih ada ruang untuk saling support yang tulus dan tidak transaksional.

Rexha menceritakan bahwa ia saat itu kesulitan mendapatakan desainer yang mau mendandaninya. "Sering kali, para artis menghubungi desainer, dan mereka dibuatkan gaun khusus untuk dikenakan di karpet merah," terangnya. Namun, banyak dari mereka yang menolak mendandani Rexha karena merasa tubuhnya "terlalu besar," sebuah standard yang ia kritisi keras di media sosial.

Pernah menjadi sorotan karena kritik pedas terhadap desainer mode, Rexha kala itu menyatakan bahwa jika ukuran 6 atau 8 dianggap terlalu besar, ia tidak tahu lagi harus berkata apa. Ia menolak memakai gaun sialan mereka dan menantang narasi bahwa wanita berukuran 8 ke atas tidak cantik. Setelah kontroversi itu, ia akhirnya berhasil tampil di Grammy Awards 2019 dengan gaun tulle merah bertingkat rancangan Monsoori yang memukau.

Isu fisik Rexha memang tidak pernah selesai. Selama bertahun-tahun, ia kerap membalas komentar negatif warganet yang melakukan body-shaming terhadapnya, termasuk pada Februari 2025 ketika seseorang berkomentar bahwa berat badannya "naik." Lebih berat lagi, pada Mei 2025, Rexha mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami keguguran dan memperingatkan para pengkritik untuk "berpikir dua kali sebelum berkomentar mengenai tubuh seseorang."

Analisis Redaksi

Perhatian Taylor Swift yang disebut Bebe Rexha bukan sekadar interaksi dua selebriti, melainkan sinyal penting tentang dinamika hubungan di antara para wanita di puncak industri hiburan. Di saat banyak desainer dan platform membatasi diri dengan standar tubuh yang sempit, inisiatif Swift membantu Rexha tampil nyaman menunjukkan bahwa soliditas antar-wanita bisa menjadi senjata terhadap standar industri yang mengekang.

Masa depan Rexha dalam menghadapi kritik publik semakin kompleks seiring ia kini lebih terbuka tentang masa-masa sulit, seperti keguguran yang ia alami. Ini bukan lagi sekadar soal karpet merah, tetapi soal privasi dan kesehatan personal yang terus dirampas oleh komentar warganet. Jika tren body-shaming di era digital ini tak juga dihentikan, publik harus sadar bahwa konsekuensi dari komentar "ringan" bisa meninggalkan trauma yang dalam bagi para publik figur.

Langkah logis berikutnya adalah bagaimana para label dan desainer besar mengevaluasi standar ukuran mereka, bukan hanya untuk mengakomodasi artis seperti Rexha, tetapi juga konsumen di luar panggung. Jika tidak, kritik Rexha yang menyatakan "gila" terhadap praktik menolak klien berdasar ukuran akan terus membayangi reputasi industri, memaksa mereka berubah agar tidak ditinggalkan oleh audiens yang semakin sadar akan inklusivitas.

Meow! Tanya Nesi!
😸