Resign Amitav Nandy dari PT Sepatu Bata Tbk, Manajemen Klaim Dampak Nihil
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

- Amitav Nandy resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk.
- Pengunduran diri ini terjadi seiring rotasi jabatan di lingkungan Bata Group.
- Perseroan menerima surat pengunduran diri Amitav pada 23 September 2026.
Amitav Nandy resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk. Pengunduran diri ini terjadi seiring rotasi jabatan di lingkungan Bata Group. Perseroan menerima surat pengunduran diri Amitav pada 23 September 2026. Proses persetujuan akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Corporate Secretary Sepatu Bata, Sanusi, menjelaskan proses administrasi tersebut dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. "Sehubungan dengan adanya rotasi jabatan di Bata Group, Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Bapak Amitav Nandy selaku Presiden Direktur Perseroan pada 23 September 2026," tulis Sanusi. Dokumen resmi itu dipublikasikan pada Kamis (24/9). Sanusi menegaskan, keputusan ini merujuk pada ketentuan direksi dan dewan komisaris emiten.
Ketentuan ini mencakup Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 serta anggaran dasar perusahaan. Rujukannya spesifik pada Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014 dan Pasal 19.9 Anggaran Dasar Perseroan. Berdasarkan dasar hukum tersebut, permohonan pengunduran diri Amitav harus diputuskan lewat mekanisme RUPS. Ini adalah prosedur baku untuk perubahan struktur organisasi di emiten publik.
Pemangku kepentingan pasar tidak perlu khawatir soal kelangsungan bisnis. Manajemen Sepatu Bata memastikan, pengunduran diri ini tidak berdampak buruk. "Tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha emiten atau perusahaan publik," ujar Sanusi. Pernyataan ini menutup kekhawatiran soal transisi kepemimpinan di puncak manajemen.
Kabar rotasi ini menjadi sorotan karena posisi Presiden Direktur memegang kendali strategis. Namun, klaim manajemen bahwa rotasi bersifat internal dan tidak mengganggu operasional bisnis menjadi penenang utama. Pasar menunggu hasil RUPS untuk melihat siapa pengganti Amitav Nandy. Proses pergantian direksi ini kini sepenuhnya masuk dalam agenda rapat pemegang saham.
Analisis Redaksi
Langkah mundur Amitav Nandy bukan sekadar pergantian figur, melainkan sinyal konsolidasi strategis di Bata Group. Fakta bahwa rotasi terjadi serentak di grup menunjukkan ada penyegaran kepemimpinan di level holding. RUPS akan menjadi panggung akhir untuk memvalidasi pergantian ini secara legal. Pengumuman yang tegas soal "dampak nihil" adalah strategi manajemen untuk memitigasi risiko sentimen negatif di pasar modal.
Pemirsa dan investor harus memantau komposisi calon pengganti berikutnya. Jika rotasi ini membawa figur baru yang belum teruji di level eksekutif, transisi kuasa bisa terjadi dalam waktu singkat. Di sisi lain, jika figur yang menggantikan adalah dari internal Bata Group, kontinuitas program kerja dipastikan tetap terjaga. Struktur organisasi yang jelas adalah modal penting untuk menjaga stabilitas di sektor konsumer yang sedang kompetitif.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
