Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kapolsek Tallo Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pemuda Tertembak Saat Tawuran di Makassar

HukumBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kapolsek Tallo Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Pemuda Tertembak Saat Tawuran di Makassar
BAGIKAN:

Penyidik Bidang Propam Polda Sulawesi Selatan resmi memeriksa AKP Asfada, Kapolsek Tallo, terkait kasus tewasnya Rafli alias Pingky, seorang pemuda berusia 19 tahun. Meninggalnya Rafli disebabkan luka tembak di bagian punggung, rusuk, dan pundak yang terjadi saat petugas membubarkan tawuran di Kecamatan Tallo, Makassar. Pemeriksaan ini menjadi sorotan publik karena melibatkan perwira menengah yang bertugas langsung di lapangan ketika korban tertembak.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan tersebut dilakukan terhadap tujuh anggota polisi yang bertugas saat itu. Pemeriksaan tidak hanya mencakup Asfada, tetapi juga warga sipil dan personel lain yang hadir di lokasi kejadian. Hal ini dilakukan untuk mengurai secara detail kronologi penembakan yang berujung pada hilangnya nyawa satu orang peserta tawuran.

Menurut hasil autopsi forensik, penyebab kematian Rafli spesifik pada luka tembak yang menembus dari sisi punggung atau sebelah kiri. Luka tersebut melintasi rusuk ketiga dan akhirnya menembus ke sisi kanan hingga ke pundak. Didik menegaskan bahwa temuan ini menjadi indikator kunci untuk menelusuri jenis senjata yang digunakan saat pembubaran tawuran tersebut.

Sementara itu, proses forensik masih berjalan di Laboratorium Forensik (Labfor). Para penyidik tengah menunggu hasil uji balistik untuk menentukan jenis peluru, apakah itu peluru tajam, peluru karet, atau jenis amunisi lainnya. Analisis ini menjadi dasar hukum untuk menentukan tanggung jawab personel yang menembakkan amunisi tersebut. Selain itu, polisi juga mengusut kasus pembakaran posko siaga Tripika dan sepeda motor milik Bhabinkamtibmas Bontoala.

Didik menjelaskan bahwa Rafli diketahui terlibat aktif dalam aksi tawuran tersebut. Setelah petugas datang untuk membubarkan kerumunan, kelompok warga ini memberikan perlawanan. Insiden tragis ini baru terdeteksi pada pukul 16:00, kemudian korban langsung diautopsi dan dikuburkan pada malam harinya. Untuk mencegah bentrokan susulan, Polda Sulsel dan Polrestabes Makassar kini mengerahkan personel gabungan dan meningkatkan patroli serta operasi intelijen di lapangan.

Analisis Redaksi

Kasus ini menyoroti dilema hukum dalam penanganan kerumunan jalanan yang eskalatif di wilayah urban seperti Makassar. Melibatkan pemeriksaan terhadap perwira polisi tingkat komando menjadi langkah yang menunjukkan adanya standar akuntabilitas internal yang lebih ketat. Fakta bahwa autopsi menemukan pola tembakan yang spesifik, dari punggung ke pundak, mengindikasikan bahwa tembakan itu bukanlah penembakan isapan angin biasa, melainkan tindakan yang serius dan memiliki dampak mematikan langsung. Ini menuntut transparansi penuh dari hasil uji balistik Labfor.

Yang patut diwaspadai dari sini adalah potensi eskalasi provokasi di akar rumput jika masyarakat mengira pihak kepolisian mengabaikan kasus pembakaran posko siaga. Memisahkan proses hukum untuk kasus perusakan dan kasus tewasnya korban adalah strategi yang harus dikomunikasikan dengan jelas kepada publik untuk menjaga kepercayaan. Jika temuan Labfor membuktikan penggunaan peluru tajam tanpa prosedur eskalasi yang ketat, maka ini akan menjadi preseden berat bagi disiplin profesi dan keamanan sipil di Sulawesi Selatan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ