Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

IHSG Terkoreksi 0,9 Persen ke 6.241, Analis Prediksi Pelemahan Lanjutan ke Area 6.157

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

IHSG Terkoreksi 0,9 Persen ke 6.241, Analis Prediksi Pelemahan Lanjutan ke Area 6.157
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melaju merah mengawali pekan ini setelah ditutup melemah 0,9 persen ke level 6.241 pada perdagangan Jumat (25/9), memicu sinyal lanjutan tekanan jual yang ditakuti para investor jelang sesi Senin. Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengidentifikasi bahwa posisi indeks saat ini berada pada bagian wave a dari wave (x), sebuah formasi yang mengindikasikan potensi koreksi lebih dalam menuju area 6.157-6.209.

Dalam riset hariannya, Herditya memetakan range pergerakan IHSG hari ini berada di antara support 6.174 dan 6.108, dengan resistance di 6.380 dan 6.535. Ia merekomendasikan sejumlah emiten yang dianggap tahan banting di tengah koreksi, termasuk COIN, INDF, HMSP, dan ENRG. Rekomendasi ini muncul di tengah kekhawatiran investor terhadap pelemahan makroekonomi yang tercermin dari data transaksi.

Secara mingguan, IHSG tercatat terkoreksi 3,09 persen. Meskipun demikian, indeks masih bertahan di atas garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA-20), sebuah level teknikal yang kerap menjadi penentu kekuatan tren. Dari sisi pasar, data RTI Infokom menunjukkan investor melakukan transaksi sebesar Rp9,43 triliun dengan volume perdagangan sekitar 33,23 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,63 juta kali pada penutupan pekan lalu.

Sementara itu, pandangan serupa datang dari Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova. Ivan melihat indeks saham mengindikasikan potensi melanjutkan pelemahan usai ditutup di bawah level 6.290 dan membentuk pola candle bearish marubozu pada time frame mingguan. Pola lilin doji yang memanjang ini biasanya menandakan ketidakpastian tinggi dan potensi balikan tren ke bawah jika tidak ada dorongan beli yang signifikan.

Ivan Rosanova menargetkan area 6.159 sebagai target terdekat IHSG. Jika tekanan jual terus membesar, indeks berpotensi menguji klaster support yang lebih rendah di kisaran 6.015-6.029. Ia menetapkan support lain di 6.159, 6.015, dan 5.850, serta resistance di 6.423, 6.552, dan 6.712. Saham ADRO, BBRI, BUMI, dan DEWA masuk dalam daftar rekomendasi Ivan untuk strategi perdagangan jangka pendek. Pada penutupan Jumat, 558 saham terkoreksi, jauh melampaui 118 saham yang menguat, sementara 117 saham stagnan.

Analisis Redaksi

Beratnya sentimen di pasar domestik tercermin dari dominasi aksi jual yang meluas di 558 saham pada penutupan pekan lalu. Koreksi mingguan sebesar 3,09 persen menunjukkan adanya rotasi aset yang signifikan, di mana investor cenderung memotong paparan risiko di tengah ketidakpastian arah ekonomi global. Pola candle bearish marubozu yang diidentifikasi Ivan Rosanova menjadi peringatan serius; formasi ini jarang muncul pada area resistance kunci tanpa disertai volume besar, mengindikasikan kelemahan dalam daya tarik beli di level 6.290.

Kepala redaksi memandang bahwa klaster support 6.015-6.029 adalah area vital yang tidak boleh ditembus dalam jangka pendek. Jika level ini jebol, efek domino ke sektor perbankan dan komoditas tak terhindarkan, mengingat bobot kedua sektor tersebut dalam indeks. Bagi investor ritel, diversifikasi portofolio dan pengelolaan risiko menjadi lebih penting daripada sekadar mengejar saham blue-chip yang disarankan analis, karena volatilitas pasar sedang berada di level tinggi. Kejelian membaca data frekuensi transaksi sebanyak 1,63 juta kali juga krusial, karena tingginya frekuensi pada volume transaksi Rp9,43 triliun menunjukkan aktivitas 'churning' yang intens, ciri khas pasar yang sedang mencari dasar (bottoming out process).

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸