Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kapal Wisata Pinisi Terguling di Labuan Bajo Usai Menabrak Karang Dangkal, Penumpang Aman

Berita DaerahSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Kapal Wisata Pinisi Terguling di Labuan Bajo Usai Menabrak Karang Dangkal, Penumpang Aman
BAGIKAN:

Kapal wisata pinisi bernama Yukai terbalik di perairan Pulau Seture, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Minggu (27/9) pagi. Insiden ini terjadi saat kapal mengangkut wisatawan mancanegara yang jumlah pastinya belum diverifikasi secara resmi. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan bahwa penyebab utama kecelakaan adalah kapal kandas dan menabrak batu mandi atau karang dangkal.

Rekaman video yang beredar luas memperlihatkan kondisi dramatis di lokasi kejadian. Kapal dalam posisi miring tajam sebelum akhirnya terguling sepenuhnya di perairan yang ternyata ramai dengan lalu lintas kapal wisatawan lainnya. Sekitar sepuluh unit sekoci terlihat segera mendatangi lokasi untuk menolong korban. Para wisatawan mancanegara terlihat telah berhasil naik ke atas sekoci-sekoci penyelamat tersebut, sementara kru kapal terlihat berupaya melempar koper-koper milik wisatawan ke sekoci guna membantu proses evakuasi.

Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, membenarkan peristiwa kecelakaan kapal pinisi tersebut. Ia menegaskan bahwa tim SAR tidak turun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang karena sudah ada kru kapal lain yang sigap membantu korban. "Kami tidak turun (evakuasi), ada kapal-kapal yang tolong," ujar Arif. Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki lebih dalam dan belum dapat memastikan jumlah pasti penumpang maupun kronologi detail kecelakaan tersebut.

Proses evakuasi berjalan lancar berkat respons cepat dari instansi terkait. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan selamat ke pelabuhan Marina Labuan Bajo menggunakan kapal Sea Rider milik KSOP Labuan Bajo. Stephanus Risdiyanto memastikan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi aman. "Penumpang aman semua sudah dievakuasi," tegasnya. Kapal wisata itu sendiri sedang dalam proses ditarik ke Pulau Kelapa untuk dilandaskan dan diapungkan kembali, bukan dibiarkan tenggelam.

Kecelakaan ini menyoroti tantangan navigasi di perairan sekitar Labuan Bajo yang dikenal memiliki banyak karang dangkal. Meskipun seluruh penumpang selamat, insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang prosedur keselamatan dan navigasi kapal wisata pinisi yang umumnya berukuran besar dan tidak terlalu lincah di area dangkal. Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi sektor pariwisata bahari di NTT untuk meningkatkan kewaspadaan dan standar keselamatan pelayaran, mengingat keramaian perairan setempat.

Analisis Redaksi

Peristiwa gulingnya kapal pinisi Yukai bukan sekadar insiden lokal, melainkan indikasi risiko inheren dalam perkembangan pesat pariwisata Labuan Bajo. Ketajaman karang dangkal atau 'batu mandi' di sekitar Pulau Seture menuntut presisi navigasi tinggi, yang seringkali diuji oleh pengalaman juragan kapal. Fakta bahwa evakuasi berhasil dilakukan oleh kru kapal lain sebelum tim SAR tiba menunjukkan koordinasi antarkapal yang relatif baik, namun juga mengungkap ketergantungan pada respons swadaya. Jika kru kapal di sekitar lokasi tidak hadir, dampak insiden bisa jauh lebih fatal, mengingat kepadatan lalu lintas kapal wisata di area tersebut.

Secara regulatori, perluasan wilayah pariwisata Labuan Bajo harus diimbangi dengan pembaruan peta navigasi elektronik dan peringatan bahaya bawah laut secara real-time. Otoritas harus mempertimbangkan pembatasan ukuran kapal pinisi di area dangkal atau jalur khusus yang telah disurvey secara rutin. Tanpa langkah pencegahan teknis yang ketat, insiden serupa memiliki potensi berulang, yang dapat menggerus kepercayaan wisatawan terhadap keselamatan bahari Indonesia. Pengawasan KSOP dan SAR perlu diperkuat dengan data sonar aktif untuk memastikan semua jalur wisata aman dari rintangan bawah air baru yang mungkin muncul akibat abrasi atau fenomena alam.

BERITA TERKAIT (Berita Daerah)

Meow! Tanya Nesi!
😸