BGN Siapkan Aplikasi Rating SPPG bagi Kepala Sekolah, Sudaryono Ingatkan Lapor Langsung ke Emailnya
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengumumkan bakal meluncurkan aplikasi khusus untuk kepala sekolah guna menilai kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mekanisme ini mirip sistem rating pada aplikasi transportasi atau makanan daring. Sekolah bisa memberi bintang dan catatan atas kualitas menu atau ketepatan waktu.
Sudaryono menjelaskan sistem ini dirancang agar BGN mendapat umpan balik langsung dari lapangan. Fokusnya mencakup kualitas menu dan ketepatan pengiriman. "Nantinya kami akan memberikan semacam aplikasi kepada Bapak-Ibu kepala sekolah, seperti di Ojek Online, seperti di GoFood, yang kemudian Bapak-Ibu guru itu bisa ngasih bintang, bisa ngasih catatan terhadap si dapur itu," ujar dia dikutip dari keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Pihak sekolah didorong aktif melapor jika ada kelalaian. Sudaryono meminta kepala sekolah dan guru tidak segan menyampaikan keluhan. "Kami ingin lebih banyak mendapatkan feedback dari Bapak-Ibu kepala sekolah semua. Dan saya minta dan saya mohon kepada Bapak-Ibu kepala sekolah untuk tidak segan-segan melaporkan itu kepada kami," tegasnya.
Jalur pengaduan diperluas melewati SPPG. Sekolah bisa menembuskan email kepada Sudaryono langsung. "Bapak-Ibu guru boleh protes ke SPPG-nya, tapi di-CC itu ditembuskan ke saya. Ada emailnya, sampaikan saja. Nggak perlu takut," ujarnya.
BGN berjanji akan menindaklanjuti laporan terkait standar layanan dan keamanan pangan. "Dapur itu memang tidak takut sama kepala sekolah, tapi dapur itu takutnya dengan BGN. Maka izinkan kami itu kemudian bisa terkoneksi dengan semua kepala sekolah yang ada di seluruh Indonesia," katanya. Diharapkan konektivitas ini mempercepat penanganan masalah di tingkat pusat.
Analisis Redaksi
Langkah ini mengubah dinamika pengawasan dari vertikal menjadi horizontal. Kepala sekolah kini punya alat untuk menekan SPPG. Mekanisme "rating" ini meminimalkan keambiguan dalam evaluasi mutu. Data dari lapangan menjadi dasar keputusan BGN, bukan lagi sekadar asumsi internal birokrasi.
Ada potensi resistensi dari SPPG. Mereka kini bekerja di bawah sorotan publik internal yang terukur. Namun, jaminan pelaporan langsung ke pimpinan tertinggi BGN memberikan perlindungan bagi pelapor. Ini mengurangi risiko pembalasan dendam.
Kesuksesan program bergantung pada integritas data. Jika rating dimanipulasi, sistem akan gagal. Diperlukan audit berkala atas pola penilaian. Langkah Sudaryono menunjukkan BGN sadar mereka harus lebih responsif untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program strategis nasional ini.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Bandingkan Laba Kuartal III-2026, Alfamart Unggul 3,7 Kali Lipat dari Indomaret

Wamenlu AS Jacob Helberg Dorong Investasi Energi dan Teknologi RI Senilai US$2 Miliar

Wamenlu AS Diskusikan Deal Energi & Teknologi US$2 Miliar dengan Danantara di Jakarta
