Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Tim Riset Internasional Klaim Gundukan Turki Sudah 100% Buatan Manusia, Bukan Bebatuan Alami

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Tim Riset Internasional Klaim Gundukan Turki Sudah 100% Buatan Manusia, Bukan Bebatuan Alami
BAGIKAN:

Tim peneliti internasional yang memantau gundukan berbentuk perahu di dekat Gunung Ararat, Turki, menyatakan bahwa bukti baru memastikan situs tersebut merupakan struktur buatan manusia kuno. Klaim ini sekaligus menyingkirkan dugaan sebelumnya bahwa formasi itu adalah fitur geologis alami dari pegunungan sekitarnya. Konfirmasi ini memicu spekulasi kuat bahwa situs tersebut adalah sisa-sisa Bahtera Nuh.

Mengutip laporan Yahoo Mail pada Sabtu (26/09/2026), formasi yang dikenal sebagai situs Durupınar itu sejatinya telah dipelajari selama beberapa dekade. Dalam sebuah wawancara pada hari Selasa (22/09/2026) dengan Daily Mail, tim peneliti mengeklaim kini telah 100% mengonfirmasi bahwa struktur tersebut buatan manusia. Mereka menegaskan bahwa situs tersebut tidak terdiri dari batuan dasar padat atau batu kapur seperti asumsi lama.

Andrew Jones, pendiri organisasi Noah's Ark Scans yang berperan penting dalam memajukan riset ini, menyebut temuan baru tersebut sebagai sebuah titik balik. Jones, yang memiliki latar belakang di bidang pengembangan perangkat lunak, telah mempelajari situs tersebut sejak kunjungan pertamanya pada tahun 1997. Ia menepis teori bahwa situs itu adalah balok batu kapur padat yang dibentuk menyerupai perahu oleh gletser, atau batuan dasar di mana lumpur mengalir membentuk pola tersebut.

Berdasarkan interpretasi kisah alkitabiah dalam Kitab Kejadian, Bahtera Nuh dibangun sekitar 4.300 tahun lalu untuk melindungi manusia dan spesies hewan dari banjir dahsyat. Hasil pemindaian baru menunjukkan bahwa lapisan bawah formasi itu terbagi menjadi tiga bagian yang dipenuhi ruang, koridor, dan terowongan, sesuai instruksi Tuhan kepada Nuh untuk membangun kapal dengan tiga geladak. Jones juga mengonfirmasi bahwa timnya telah menemukan bahan organik yang sedang diuji untuk melacak jejak kayu yang membusuk.

Terobosan terjadi selama pengeboran inti di situs tersebut, di mana mesin bor tiba-tiba menghantam lapisan keras yang tak terduga hingga mata bornya hancur. Jones menyebut kayu yang membatu atau sangat termineralisasi sebagai dua kemungkinan yang diharapkan dapat dikonfirmasi melalui pengujian laboratorium independen. Meski sampel terbaru masih menjalani pengujian untuk menentukan apa yang sebenarnya ada di bawah gundukan tersebut, Jones tidak menyembunyikan keyakinannya: "Saya yakin ini adalah Bahtera Nuh," tegasnya.

Analisis Redaksi

Konfirmasi bahwa situs Durupınar adalah buatan manusia mengubah fundamental perdebatan ilmiah yang berlangsung puluhan tahun. Jika teori geologis alami runtuh, maka fokus utama riset kini beralih sepenuhnya pada identifikasi material organik. Pengujian laboratorium independen atas sampel kayu batuan akan menjadi penentu apakah klaim terkait Bahtera Nuh memiliki dasar material yang kuat atau sekadar interpretasi spekulatif.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi bias naratif. Klaim "100% mengonfirmasi" buatan manusia memang didukung bukti fisik non-litologi, namun kaitan langsungnya dengan figur Nabi Nuh masih bergantung pada interpretasi tekstual. Jika hasil uji karbon dating atau mineralisasi kayu menunjukkan usia yang tidak sinkron dengan 4.300 tahun lalu, maka nilai arkeologis situs ini mungkin tetap tinggi, tetapi narasi religiusnya akan terdampak. Publik sebaiknya menunggu hasil pengujian independen sebelum menerima finalisasi identitas struktur tersebut.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸