Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Kemensos Salurkan Modal Rp5 Juta bagi 21 Eks-Napi Terorisme di Poso

KriminalBudi SantosoBudi SantosoSumber: Antara News
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kemensos Salurkan Modal Rp5 Juta bagi 21 Eks-Napi Terorisme di Poso
BAGIKAN:

Kementerian Sosial resmi menyalurkan bantuan modal usaha sebesar Rp5 juta untuk masing-masing dari 21 mantan narapidana terorisme di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Program ini tidak sekadar memberikan uang, melainkan menjadi instrumen rehabilitasi sosial yang mengikat para eks-napi pada proses reintegrasi agar mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri secara ekonomi.

Kebijakan ini adalah kelanjutan dari upaya negara untuk memulihkan hak-hak sipil warga negara yang telah menyelesaikan masa hukumannya. Ke-21 penerima bantuan tersebut merupakan bagian dari kelompok eks-napi terorisme yang telah lolos dalam tahap pembinaan ketat di Poso. Mereka dipilih karena dianggap sudah tidak lagi memiliki afiliasi ideologis dengan jaringan teroris dan menunjukkan kesungguhan dalam membangun kehidupan yang baru.

Salah satu narasumber dari Kemensos menjelaskan bahwa pemberian modal ini adalah bagian dari strategi preventif. Dengan memberikan bekal modal kerja, negara ingin memutus rantai radikalisasi yang seringkali terjadi di kalangan eks-napi karena faktor ekonomi dan isolasi sosial. Mereka didorong untuk memanfaatkan dana tersebut untuk membuka usaha produktif yang legal dan berkontribusi pada ekonomi lokal.

Di lapangan, respons para penerima bantuan terlihat campur aduk antara harapan dan kehati-hatian. Bagi sebagian dari mereka, uang Rp5 juta adalah bekal awal yang krusial untuk memulai sebuah warung atau bengkel kecil. Namun, proses pencarian pekerjaan atau usaha tetap menjadi tantangan nyata di masyarakat Poso, yang hingga kini masih dalam pemulihan pasca-konflik horizontal.

Dampaknya bagi publik luas bukan hanya tentang pengurangan potensi kriminalitas, tetapi juga tentang terciptanya model keberhasilan reintegrasi. Jika ke-21 orang ini berhasil membangun usaha dan hidup normal, maka mereka akan menjadi contoh nyata bahwa jalur damai dan produktivitas adalah alternatif yang lebih kuat daripada kekerasan. Keberhasilan program ini akan menjadi penentu bagi skema serupa di wilayah lain yang memiliki latar belakang konflik serupa.

Analisis Redaksi

Kehadiran modal usaha dalam program reintegrasi eks-napi terorisme di Poso menandai pergeseran paradigma keamanan nasional dari pendekatan militer ke pendekatan sosial-ekonomi. Ini bukan sekadar charita, melainkan investasi stabilitas. Data menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan keterasingan sosial sering kali menjadi pemicu utama radikalisasi ulang. Dengan menginjeksi modal dan dukungan pembinaan, negara sedang membangun tembok pertahanan sosial yang lebih sulit ditembus oleh jaringan teroris dibandingkan tembok pengaman fisik.

Apa yang perlu diwaspadai dari program ini adalah efektivitas pendampingan pasca-penyaluran. Modal tanpa pendampingan teknis dan pasar berisiko gagal, yang justru bisa memicu frustrasi dan potensi keradikalisasi ulang. Langkah logis selanjutnya adalah evaluasi kinerja usaha para penerima bantuan secara berkala oleh [Kemensos](https://www.kemensos.go.id/) bekerja sama dengan pemerintah daerah Poso. Jika sukses, model ini perlu direplikasi secara terstruktur, dengan fokus pada sektor usaha yang menyerap banyak tenaga kerja lokal untuk menciptakan efek domino positif bagi komunitas di sekitar para eks-napi.

BERITA TERKAIT (Kriminal)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ