Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Banjir Bangkok 50 Distrik, Warga Borong Sembako Hingga Rak Minimarket Kosong

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Banjir Bangkok 50 Distrik, Warga Borong Sembako Hingga Rak Minimarket Kosong
BAGIKAN:

Hujan deras yang mengguyur Bangkok selama lebih dari 30 jam memicu aksi borong bahan pangan secara masif, membuat rak-rak minimarket di ibu kota Thailand kosong melompong. Fenomena panic buying ini memuncak setelah Otoritas Metropolitan Bangkok (BMA) menetapkan seluruh 50 distrik sebagai kawasan terdampak bencana, Jumat (25/9).

Karyawan 7-Eleven mengungkapkan lonjakan pembeli terjadi signifikan sejak Jumat sore dan terus berlanjut hingga Sabtu (26/9) pagi. Warga menguras stok makanan siap saji, makanan kering, susu, telur, beras, hingga air kemasan lantaran khawatir genangan banjir bakal memutus akses transportasi serta memicu kelangkaan pangan.

"Sebagian besar warga membeli makanan siap saji, makanan instan, minuman, telur, dan beras. Salah satu alasannya kemungkinan karena mereka khawatir akan banjir dan takut tidak memiliki cukup makanan," ujar seorang karyawan toko kepada The Nation, Sabtu (26/9). Kondisi tersebut memaksa pihak toko memesan pasokan tambahan yang dijadwalkan tiba secara bertahap pada siang dan malam hari.

Krisis ini merupakan buntut dari hujan deras yang mengguyur ibu kota Thailand selama lebih dari 30 jam sejak Jumat dini hari. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt secara resmi memperluas penetapan status daerah bencana dari yang semula hanya mencakup distrik Nong Chok, Suan Luang, dan Khan Na Yao, kini melingkupi seluruh 50 distrik sejak 25 September. Penetapan status darurat ini memberikan wewenang penuh bagi lembaga pemerintah untuk mengerahkan bantuan serta mengelola penanganan bencana secara cepat.

Menanggapi kekhawatiran warga, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Suphajee Suthumpun menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk memantau ketat ketersediaan serta stabilitas harga barang pokok. Pemerintah setempat berkoordinasi dengan jaringan grosir dan pengecer menggenjot distribusi pasokan ke wilayah terdampak, sekaligus menegaskan menindak tegas pihak-pihak yang nekat melakukan penimbunan barang atau permainan harga.

Bagi warga Bangkok, akses terhadap kebutuhan pokok menjadi taruhan utama di tengah krisis ini. Genangan yang meluas berpotensi melumpuhkan jalur distribusi, sehingga masyarakat memilih mengamankan stok sebelum semuanya terlambat. Pemerintah pun bergerak cepat untuk memastikan pasokan tetap mengalir, namun kekhawatiran akan kelangkaan jangka pendek masih membayangi.

Analisis Redaksi

Langkah BMA memperluas status bencana ke seluruh distrik merupakan pengakuan resmi bahwa situasi telah melampaui perkiraan awal. Keputusan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga sinyal kuat bagi aparat untuk bertindak cepat. Namun, perlu dicatat bahwa respons darurat seperti ini sering kali berjalan timpang di lapangan: sementara pusat kota mungkin lebih mudah dijangkau, distrik-distrik pinggiran seperti Nong Chok justru lebih rentan terisolasi.

Yang perlu diwaspadai kini adalah potensi lonjakan harga dan praktik penimbunan. Instruksi Suphajee Suthumpun sudah tepat, tetapi pengawasan yang ketat harus segera diimplementasikan di tingkat ritel. Jika distribusi tidak berjalan mulus dalam 24-48 jam ke depan, bukan tidak mungkin aksi borong akan berulang dan memicu gejolak sosial. Pemerintah Thailand tampaknya sadar akan risiko ini, namun eksekusi di lapangan akan menentukan kredibilitas mereka.

BERITA TERKAIT (Dunia)

Meow! Tanya Nesi!
😸