Suahasil: Indonesia Tiru Korsel, Targetkan Pertumbuhan Manufaktur 10,7 Persen
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa Indonesia mengacu pada transformasi Korea Selatan untuk mencapai status negara maju, dengan menargetkan lonjakan signifikan di sektor manufaktur dan investasi dalam lima tahun ke depan.
Hal itu ia sampaikan saat memaparkan data pertumbuhan ekonomi nasional yang dinilai masih terkecil jika dibandingkan dengan performa Korsel saat menuju kategori ekonomi pendapatan tinggi. Kini, laju pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia baru di level 3,77 persen. Angka investasi berada pada 4,84 persen, dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di kisaran 5,16 persen. Ketiga metrik ini disebut belum cukup untuk mengejar ketertinggalan secara masif tanpa intervensi kebijakan yang lebih agresif dari pemerintah pusat.
Pencapaian tersebut dinilai perlu digenjot jika berkaca pada rekam jejak Korsel yang sukses menjadikan investasi produktif sebagai fondasi utama. Korea Selatan berhasil bertransformasi menjadi negara High-Income Economy pada tahun 1995, sebuah tonggak sejarah yang kini dijadikan tolok ukur bagi kebijakan fiskal dan moneter Indonesia. Suahasil memaparkan bahwa pada masa transisi itu, manufaktur Korsel tumbuh di atas 10,7 persen, investasi melonjak di atas 10,6 persen, dan PDB tumbuh 8,8 persen. Selisih dua digit antara laju pertumbuhan Indonesia saat ini dan Korsel saat itu menjadi peringatan keras bagi para pembuat kebijakan.
Guna mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah telah menetapkan sejumlah sektor prioritas untuk didorong akselerasinya. Rencananya, fokus tidak hanya pada infrastruktur fisik, tapi juga pada Artikel TerkaitRupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Inflasi Melandai tapi Tekanan Biaya Manufaktur Mengintai
Meskipun peta jalan sudah disusun, Suahasil mengingatkan bahwa pembangunan seluruh sektor tersebut tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya enablers atau pendukung struktural yang kuat. Enablers yang dimaksud meliputi peningkatan modal manusia dan produktivitas, serta infrastruktur dan konektivitas yang benar-benar andal. Di samping itu, ada dua pilar non-fisik yang tidak kalah pentingnya: institusi yang efektif dengan kepastian regulasi, serta stabilitas makroekonomi dan kondisi pembiayaan yang kompetitif. Tanpa fondasi ini, target pertumbuhan hanya akan menjadi angka di atas kertas.
Analisis Redaksi
Kepemimpinan Suahasil membawa pesan penting bahwa ambisi Indonesia menjadi negara maju harus disertai dengan disiplin fiskal yang ketat. Membandingkan pertumbuhan manufaktur Korsel di atas 10 persen dengan posisi Indonesia di 3,77 persen memperlihatkan jurang raksasa yang harus ditempuh dalam waktu singkat. Jika sektor prioritas seperti hilirisasi tidak dibarengi dengan peningkatan produktivitas manusia, kita berisiko hanya memperbesar nilai tambah sementara tanpa menyentuh inti dari ekonomi pengetahuan.
Yang patut diwaspadai adalah isu 'kepastian regulasi' yang disebut sebagai enabler. Dalam praktik, stabilitas regulasi sering tergerus oleh perubahan kebijakan mendadak atau tumpang tindih antar lembaga. Jika investor asing dan domestik tidak menemukan kepastian hukum yang jelas, arus modal untuk menggerakkan infrastruktur digital dan energi terbarukan akan terhambat. Tanpa kepastian, target PDB 8,8 persen menjadi utopia.
Langkah logis berikutnya adalah sinkronisasi penuh antara target industri hulu dengan kemampuan perbankan dalam menyediakan pembiayaan yang kompetitif. Pemerintah harus memastikan bahwa suku bunga dan biaya kredit tetap terjangkau untuk sektor-sektor prioritas, agar enabler makroekonomi benar-benar bekerja. Jika tidak, transformasi menuju ekonomi maju akan kembali terjebak pada ketergantungan pasar komoditas global.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Andalkan Empat Segmen Bisnis, Telkom Rebut Target Laba Bersih Rp14,4 T di Kuartal III 2026

Rupiah Melemah ke Rp18.140 per Dolar AS, Inflasi Melandai tapi Tekanan Biaya Manufaktur Mengintai

Kebijakan BEI: 81 Saham HSC Dicoret dari IHSG, Bobot 10 Emiten Besar Melonjak
