Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Dubes Israel Danny Danon Ganggu Delegasi Iran di PBB dengan Starlink, Netizen Soroti Agresi Palestina

DuniaSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Internasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dubes Israel Danny Danon Ganggu Delegasi Iran di PBB dengan Starlink, Netizen Soroti Agresi Palestina
BAGIKAN:

Duta Besar Israel untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Danny Danon, memicu kontroversi di Sidang Majelis Umum PBB, New York, pada Jumat (25/9), saat ia berjalan mendekati meja delegasi Iran sambil memegang perangkat Starlink mini. Aksi ini terjadi saat sesi debat umum tengah berlangsung, di mana Danon tampaknya berusaha menyindir Teheran terkait pembatasan kebebasan berekspresi di negaranya. Video yang diunggah Danon di platform X memperlihatkan langkah sengaja provokatif tersebut, sementara salah satu delegasi Iran memilih untuk mengabaikan kehadiran Dubes Israel itu secara total.

Pengabaian ini bukan tanpa alasan politik yang mendalam. Seorang delegasi Iran yang sedang fokus memantau pidato tampak sama sekali tidak sudi memandang Danon, menjadikan interaksi tersebut sepi dan satu arah. Di kolom media sosialnya, Danon menambahkan caption bernada sinis, "Perwakilan Iran tidak mau Starlink." Starlink adalah layanan internet satelit kecepatan tinggi milik SpaceX, perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk, yang digunakan Israel sebagai alat simbolik untuk menonjolkan konektivitas dan demokrasi yang mereka klaim miliki.

Konteks provokasi ini tidak berdiri sendiri, melainkan beriringan dengan retorika serupa dari pejabat tinggi Israel lainnya. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, juga terlihat membawa perangkat Starlink sambil menyindir Iran. Sikap ini merujuk pada ingatan kolektif tentang demonstrasi besar-besaran di Teheran pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini, di mana pemerintah Iran dilaporkan memblokir jaringan internet dan komunikasi. Saat itu, arus berita menjadi sulit diakses oleh dunia luar, menciptakan kevakuman informasi yang dimanfaatkan AS dan Israel untuk menggambarkan situasi di Iran secara sepihak.

Dampak dari pemutusan internet tersebut terasa signifikan secara geopolitik. Ketika akses jaringan hilang, koneksi Iran dengan komunitas internasional terputus, memaksa publik global hanya menerima narasi dari sisi Amerika Serikat dan Israel. Situasi serupa kembali terjadi pada akhir Februari lalu, saat serangan AS dan Israel menggempur Iran. Imbasnya, warga Iran tidak hanya kehilangan internet, tetapi juga mengalami pemadaman listrik. Keterputusan digital ini membuat dunia luar kebingungan tentang apa yang sesungguhnya terjadi di dalam negeri Iran, kecuali apa yang disampaikan oleh para pengganggu seperti Danon.

Respons publik terhadap aksi Danon di PBB justru berbalik menghujam Israel. Alih-alih merasa menang di panggung diplomatik, langkah mendekati delegasi Iran menuai kritik pedas dari warganet di X. Banyak komentar yang menyoroti agresi pasukan Zionis di Palestina, menjadikan aksi Danon sebagai bukti hipokri. Salah satu komentar viral berbunyi, "Dia bahkan tak tahu Anda ada di sana. Itu lah kenapa Anda engga nyambung. Dunia membenci Anda." Komentar lain berupa meme yang mengejek Netanyahu, menunjukkan bahwa taktik provokasi digital di New York gagal memediasi narasi, justru memperdalam animositas terhadap Israel di mata banyak pengamat global.

Analisis Redaksi

Aksi Danny Danon dengan membawa Starlink ke meja delegasi Iran adalah manuver diplomatik yang keliru dan kontraproduktif. Sebagai perwakilan Israel, mendekati meja negara lawannya yang sedang fokus pada agenda serius bukan tindakan diplomasi yang lazim, melainkan gestur provokatif yang mengindikasikan minimnya kepekaan terhadap tata krama sidang PBB. Pengabaian dingin oleh delegasi Iran membuktikan bahwa strategi "tekanan psikologis" melalui simbol teknologi digital gagal mencapai tujuan retorika Danon; ia justru terlihat sebagai pengganggu yang mengganggu konsentrasi diskusi antarnegara.

Diperlukan kewaspadaan terhadap upaya Israel untuk mendominasi narasi informasi mengenai Iran di forum internasional. Dengan menghubungkan isu konektivitas internet dengan serangan militer dan pemadaman listrik, Israel berusaha memvalidasi justifikasi intervensi mereka dengan menggambarkan Teheran sebagai negara yang "membungkam" warganya. Namun, kegagalan aksi Danon menunjukkan bahwa audiens global, termasuk komunitas internasional yang kritis, sudah mampu membedakan antara serangan digital terhadap infrastruktur dan keangkuhan diplomasi.

Ke depan, kemungkinan langkah Selanjutnya adalah eskalasi retorika antara kedua kubu di PBB. Jika Israel terus menggunakan simbol-simbol seperti Starlink sebagai alat provokasi politik, respons dari Iran dan negara-negara Non-Blok kemungkinan akan semakin tajam, tidak lagi dengan pengabaian pasif, tetapi dengan penolakan tegas terhadap legitimasi pidato pejabat Israel. Dunia akan terus mengamati apakah provokasi ini akan memicu perubahan dinamika voting atau resolusi di Majelis Umum, atau sekadar menjadi catatan kecil di tengah kekacauan konflik Palestina-Iran.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ